Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Rekrutmen pendamping desa diminta prioritaskan OAP
  • Minggu, 10 September 2017 — 19:13
  • 1398x views

Rekrutmen pendamping desa diminta prioritaskan OAP

"Yang menerima mereka ketika itu, saya bersama Ketua Komisi I DPR Papua, Elvis Tabuni dan Kepala BPMK Papua, Donatus Mote. Komisi I DPR Papua juga akan menyurat langsung kepada Kementerian Desa," kata Orwan kepada Jubi akhir pekan kemarin.
Suasana pertemuan Ketua Komisi I DPR Papua, Elvis Tabuni, Wakil Ketua Komisi I DPR Papua, Orwan Tolli Wone dan Kepala BPMK Papua, Donatus Mote ketik menerima pimpinan DPRD Jayawijaya dan perwakilan sarjana se-Pegunungan Tengah Papua, Jumat (8/9/2017) - IST for Jubi 
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Wakil Ketua Komisi I DPR Papua bidang pemerintahan, Orwan Tolli Wone, mengatakan rekrutmen tenaga pendamping desa di Papua harus memprioritaskan orang asli Papua (OAP).

Sebelumnya ia telah menyampaikan kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Provinsi Papua, supaya meminta Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, menunda rekrutmen pendamping desa untuk Papua. 

Katanya, permintaan itu ia sampaikan kepada Kepala BPMK Papua, Donatus Mote, usai menerima pimpinan DPRD Jayawijaya dan perwakilan sarjana se-Pegunungan Tengah Papua yang menyampaikan aspirasi mereka, terkait penerimaan pendamping desa, Jumat (8/9/2017).

"Yang menerima mereka ketika itu, saya bersama Ketua Komisi I DPR Papua, Elvis Tabuni dan Kepala BPMK Papua, Donatus Mote. Komisi I DPR Papua juga akan menyurat langsung kepada Kementerian Desa," kata Orwan kepada Jubi akhir pekan kemarin.

Menurutnya, kementerian terkait harus mempertimbangkan OAP dalam penerimaan pendamping desa, karena mereka lebih paham kondisi masyarakat lokal di kampung. 

"Mereka yang ikut seleksi dari Kabupaten Jayawijaya misalnya, merasa tidak puas dengan hasil seleksi administrasi Kementerian Desa. Ada yang beberapa kali tes, tidak lolos. Masyarakat di sana juga ingin pendamping desa di wilayah mereka adalah orang lokal, karena memahami kondisi dan mudah diajak berkomunikasi," ujarnya.

Katanya, jangan selalu beralasan orang asli Papua tidak lolos seleksi karena tidak memenuhi syarat dan lainnya. Itu seakan menganggap orang asli Papua tidak mampu, padahal banyak anak-anak Papua yang kemampuannya setara bahkan lebih baik dari mereka dari provinsi lain.

"Kemampuan anak Papua juga tidak kalah dari mereka dari provinsi lain. Namun selalu ada alasan menyatakan mereka tidak lolos. Selain itu, kuota penerimaan minim," katanya. 

Kepala BPMK Papua, Donatus Mote berjanji meneruskan aspirasi para pendaftar pendamping desa dari kabupaten di wilayah Lapago, dan BPMK Papua yang akan melakukan proses seleksi berikut melaksanakan tahapan sesuai jadwal.

"Rencananya kami akan melakukan seleksi aktif pada 11 September 2017 di Auditorium Uncen. Formasi untuk pendamping desa adalah 89 orang, pendamping teknik 252 orang dan ada beberapa tenaga ahli. Semua akan mengikuti seleksi terbuka," kata Mote. 

Menurutnya, kini ada 1.300 pendamping desa, 150 pendamping kabupaten dan 1.564 pendamping lokal desa yang sudah diterjunkan ke lapangan dan sedang bekerja.

"Sebanyak 89 orang dan 252 yang akan mengikuti seleksi ini, karena adanya kekosongan," ujarnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Gemapi desak Gubernur copot Direktur RSUD Jayapura

Selanjutnya

Legislator desak pelantikan MRP dipercepat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe