Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Lahan kopi di Jayawijaya berkurang drastis
  • Senin, 11 September 2017 — 15:23
  • 456x views

Lahan kopi di Jayawijaya berkurang drastis

Luasan lahan itu berpengaruh terhadap produksi kopi yang tinggal 125,6 ton per tahun.
Ketua Bappeda Provinsi Papua Muhammad Musa’ad (kiri) bersama Hanok Herison Pigai (tengah) dan Ketua Kelompok Petani Kopi Deiyai Robi Edoway dalam kunjungan ke daerah Bomou, Rabu (15/3/2017) – Jubi/Ze
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi- Lahan kopi di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, berkurang drastis. Catatan dinas pertanian setempat menunjukan dari total lahan kopi jenis Arabika yang mencapai 1.918 hektare, kini tinggal 300-an hektare yang masih aktif.  Luasan lahan itu berpengaruh terhadap produksi kopi yang tinggal 125,6 ton per tahun.

“Jumlah kopi secara keseluruhan dari Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya dan Yalimo yang kami kirim ke luar kabupaten,” kata Kepala Dinas Pertanian, Jayawijaya, Hendri Tetelepta di Wamena, Senin (11/9/2017)

Menyusutnya lahan kopi membuat Pemda setempat mengenjot pengembalian salah satu komoditi hasil kebun itu.  Menurut Henri, Pemda Jayawijaya menganggarkan Rp 420 juta dari dana otonomi khusus untuk belanja penyediaan bibit kopi lokal jenis Arabika.

“Bibit kopi Arabika itu akan diberikan kepada petani yang tersebar di beberapa distrik,”kata Henri menambahkan.

Bibit yang dibeli  ditanam di 12 di kawasan Lembah Baliem. Henri menjelaskan pada tahun-tahun sebelumnya  penyediaan bibit kopi Arabika dilakukan langsung oleh petani lokal yang bekerja sama dengan dinas pertanian, namun pada tahun 2017 ditangani oleh pihak ketiga.

Selain minimnya lahan kopi, Dinas pertanian Jayawijaya juga kekurangan tenaga penyuluh. Saat ini baru terdapat 11 kantor penyuluh dari 40 kantor distrik  yang ada. Padahal idealnya kantor yang memberi layanan konsultasi  mengurusi sektor produksi pangan itu ada di setiap distrik atau kecamatan. “Tetapi sampai 2017 kami hanya punya 11 dari 40 kantor distrik,” kata Hendri menjelaskan.

Menteri BUMN Rini Soemarno, saat mengunjungi salah satu pabrik kopi Arabika di Jayawijaya menyatakan sedang berupaya mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan petani kopi.

“Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah biaya angkut ke kota itu mahal,” kata Rini.

Ia mengaku sedang mencari jalan agar masyarakat Jayawijaya bisa mendapat keuntungan yang baik.

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

BEI buka Galeri Investasi di IISIP YAPIS

Selanjutnya

Hingga Juli 2017, penyaluran kredit UMKM baru capai Rp 9,95 triliun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe