Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Komunike PIF ke- 48 di Apia
  • Senin, 11 September 2017 — 17:13
  • 806x views

Komunike PIF ke- 48 di Apia

Para pemimpin mengakui keterlibatan konstruktif negara-negara Forum dengan Indonesia sambil mencermati pemilihan umum dan hak asasi manusia di Papua Barat dan Papua serta terus melanjutkan dialog secara terbuka dan konstruktif.
Foto bersama para pemimpin di PIF ke-48 di Apia, Samoa – PINA
PINA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Apia, Jubi – Forum Kepulauan Pasifik (PIF) ke-48 telah rampung di Apia, Samoa dari tanggal 5 - 8 September 2017 dan dihadiri oleh Kepala Negara, Pemerintahan, dan Wilayah dari Australia, Kepulauan Cook, Negara Federasi Mikronesia, Polinesia Prancis, Republik Kiribati, Republik dari Kepulauan Marshall, Republik Nauru, Kaledonia Baru, Papua Nugini, Samoa, Kepulauan Solomon, Tonga, Tuvalu dan Vanuatu.

Berikut sebagian isi Komunike PIF ke-48:

BLUE PACIFIC - SAMUDRA KAMI YANG KAYA AKAN PULAU - KEAMANAN KAMI MELALUI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN, PENGELOLAAN DAN KONSERVASI

4. Para pemimpin kembali menegaskan Framework for Pacific Regionalism (Kerangka Regionalisme Pasifik; FPR) sebagai platform komitmen yang diperbaharui terkait tindakan kolektif untuk mendorong agenda kawasan ini menuju realisasi visi wilayah yang damai, harmonis, aman, inklusif secara sosial, dan makmur sehingga semua orang Pasifik dapat menjalani kehidupan yang bebas, sehat dan produktif.

5. Para pemimpin menegaskan kembali rasa kepemilikan atas agenda regional melalui proses pengembangan kebijakan yang inklusif dan transparan.

6. Para pemimpin mendukung identitas Blue Pacific (Pasifik Biru) sebagai pendorong utama aksi kolektif untuk memajukan visi para Pemimpin di bawah FRP. Dengan mempertimbangkan perubahan konteks global dan regional, Para Pemimpin mengakui bahwa identitas The Blue Pacific dapat memperkuat potensi kepemilikan bersama Samudra Pasifik dan menegaskan kembali hubungan masyarakat Pasifik dengan sumber daya alam, lingkungan, budaya dan mata pencaharian mereka.

7. Para Pemimpin lebih dalam mengilhami The Blue Pacific sebagai sesuatu yang berhubungan dengan semua masyarakat Pasifik yang terdiri dari samudera kepulauan kita, yang menyadari kebutuhan dan potensi mereka, yang merencanakan dan memiliki agenda pembangunan, dan yang dapat bertindak secara kolektif demi kebaikan semua, daripada kebaikan sendiri.

8. Para pemimpin menegaskan kembali dukungan mereka terhadap kebijakan dan deklarasi lautan regional yang ada, serta penguatan Pacific Ocean Commissioner (Kantor Komisi Samudra Pasifik) untuk mengkoordinasi dan mengadvokasi isu-isu sektor kelautan.

9. Para pemimpin berkomitmen mempercepat pengembangan kebijakan untuk melarang penggunaan kantong plastik, kemasan plastik dan sterofoam sekali pakai dan meminta semua mitra Pacific Rim untuk bergabung dan berkomitmen dalam menangani pencemaran laut dan sampah di laut, untuk menjaga integritas lingkungan perairan di Samudra Pasifik untuk manusia, planet dan kemakmuran.

10. Para pemimpin menyerukan upaya regional terpadu yang menyusun dan menetapkan pengakuan internasional akan perlindungan permanen dan integritas zona maritim dan kedaulatan, dari dampak perubahan iklim dan kenaikan permukaan air laut.

ANALISIS TATA PEMERINTAHAN DAN PENDANAAN REGIONAL

Tiga poin (11 - 13) dimana para pemimpin menegaskan bahwa mereka adalah bagian dari arsitektur regional dan pendorong prioritas regional dan alokasi sumber daya, serta mendorong donor dan mitra kawasan Pasifik untuk menyelaraskan sumber daya mereka untuk memenuhi agenda forum.

PRIORITAS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN

Dua poin (14 dan 15) dimana para pemimpin mengapresiasi kerja Satgas Sustainable Development Goals dan semua pemangku kepentingan utama dalam mempersiapkan PRSD dan sepakat untuk memperkuat solidaritas Pasifik dengan memastikan upaya kolektif melalui peningkatan kepemilikan dan keuntungan dari Blue Pacific melalui inisiatif yang spesifik termasuk prioritas daerah berikut ini:

a. Perikanan

Dua poin (16 dan 17) dimana para pemimpin mengakui kemajuan yang dicapai oleh Fisheries Task Force (Satuan Tugas Perikanan) dalam melaksanakan program kerja yang disepakati, dan mencatat perlunya koherensi kebijakan tingkat nasional untuk mendukung posisi kebijakan regional. Dan para pemimpin mencatat keprihatinan terhadap negosiasi usaha pengelolaan tuna tropis yang baru di Komisi Perikanan Pasifik Barat dan Tengah untuk mencegah manajemen berbasis zona.

b. Perubahan Iklim dan Ketahanan

Delapan poin (18 hingga 26) termasuk betapa signifikannya kerentanan dari negara-negara Forum terhadap dampak buruk perubahan iklim, para pemimpin menyerukan adanya usaha mendesak dan ambisius dari masyarakat global untuk mengatasi perubahan iklim. Para pemimpin mendukung aplikasi Anggota yang memenuhi syarat ke Dana Iklim Hijau, termasuk di Nauru.

c. PACER Plus

Para pemimpin mengakui penandatanganan PACER Plus pada tanggal 14 Juni 2017 di Nuku'alofa, Tonga, sebagai pencapaian penting dalam sejarah.

KEAMANAN

a. Kontaminan radioaktif di Republik Kepulauan Marshall

Tiga Poin (28-30) termasuk para pemimpin mendukung tindakan bilateral, regional dan multilateral untuk membantu Republik Kepulauan Marshall dalam upayanya melibatkan Amerika Serikat menuju resolusi yang adil akibat Program Percobaan Nuklir A.S.

b. RAMSI

Empat poin (31-34) termasuk para pemimpin mengakui pentingnya  memperkuat kerjasama dan berbagi informasi dalam domain maritim. Pemimpin juga menyadari pentingnya menangani masalah keamanan dunia maya.

c. Ketegangan di Pasifik Utara

Dua poin (35-36) termasuk para pemimpin mengecam upaya Democratic People’s Republic of Korea (DPRK) untuk menguji senjata nuklir dan rudal balistik, dan ancaman yang disebabkan ke Guam,

d. Papua Barat (Papua)

Para pemimpin mengakui keterlibatan konstruktif negara-negara Forum dengan Indonesia sambil mencermati pemilihan umum dan hak asasi manusia di Papua Barat dan Papua serta terus melanjutkan dialog secara terbuka dan konstruktif.

Selain itu poin lainnya mengenai keanggotaan forum dan pertemuan-pertemuan, strategi pembiayaan berkelanjutan untuk sekretariat forum pasifik, penunjukan kembali Skeretaris Jenderal Meg Taylor, inisiatif-inisiatif negara, dan lokasi pertemuan PIF yang berikutnya di Pulau Nauru.(Elisabeth C. Giay)

*Untuk daftar Maklumat dan semua poin yang lebih lengkap dapat dilihat disini.

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

PIF sekadar Talkfest Pasifik lainnya, bagaimana dengan jejak karbon?

Selanjutnya

Dikhawatirkan, pembunuhan ternak pada program restocking Vanuatu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe