Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Ribuan orang berebut menjadi pendamping desa
  • Senin, 11 September 2017 — 17:41
  • 716x views

Ribuan orang berebut menjadi pendamping desa

Terdapat 1.937 orang ikut seleksi yang bakal diumumkan dua hari kemudian.
Kepala BPMK Papua, Donatus Motte menjelaskan kepada pencaker yang sempat protes di auditorium Uncen, Senin, (11/9/2017) – Abeth You/Jubi
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Tercatat 1.937 orang ikut seleksi menjadi pendamping desa yang dibuka Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK), Provinsi Papua. Lembaga itu juga sedang menggelar tes tertulis, sebagai tahapan seleksi tenaga pendamping professional Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD).

“Kuota yang tersedia 89 untuk pendamping pemberdayaan, pendamping teknik 252 tapi yang ikut tes hanya 153 orang walaupun masih kurang ditambah tenaga ahli ada 937 orang,”kata Kepala BPMK Papua, Donatus Motte, saat memantau ujian seleksi, di auditorium Uncen Abepura, Jayapura, Senin, (11/9/2017).

Ia menyebutkan  terdapat 1.937 orang ikut seleksi yang bakal diumumkan dua hari kemudian. “Setelah ini dilanjutkan dengan wawancara bagi mereka yang akan lulus,” kata Donatus menambahkan .

Menurut dia penempatan sesuai tempat domisi yang tertera di kartu tanda penduduk (KTP). Dinas yang ia pimpin mencoba menjawab dengan sistem domisili, misalnya  Lanny Jaya berarti KTP harus Lanny Jaya dan yang ikut tes juga harus orang asli Lanny Jaya.

Pantauan Jubi menunjukan sebelum mulai tes tertulis, terdapat ratusan pencari kerja (pencaker) memiliki kartu registrasi dari Kementerian Desa (Kemendes) yang tidak diizinkan masuk ikut tes.  

Danius Wenda, seorang Pencaker menyatakan seharusnya semua peserta harus ikut tes sesuai kemampuan, bukan dengan kebijakan.  “Hak kami orang Papua dipangkas terus menerus. Kami juga punya keinginan untuk bangun tanah ini. Otonomi Khusus itu ada di mana? Kami tuntut keadilan,” kata Wenda.

Ia menyarankan wilayah pegunungan jangan menggunakan sistem on line karena tidak ada akses internet. “Kami  mau daftar juga tidak punya kesempatan. Lebih baik pakai offline saja,” katanya.

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Penentapan Bupati Intan Jaya, Dewan tunggu KPU

Selanjutnya

ASN Jayapura diajak berinovasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe