Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Komisi V kesulitan mendata anak Papua di LN
  • Senin, 11 September 2017 — 17:51
  • 934x views

Komisi V kesulitan mendata anak Papua di LN

"Kami minta data rinci, berapa keseluruhan anak Papua di luar negeri. Di negara mana saja, dan kuliah di universitas apa, jurusan apa. Misalnya di Jerman, berapa orang, siapa nama-nama. Kuliah di mana, jurusan apa, dan berapa beasiswa yang mereka terima per orang. Begitu juga yang ada di Amerika dan negara lainnya," kata Natan kepada Jubi, Senin (11/9/2017). 
Ilustrasi Mahasiswa - IST
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Komisi V DPR Papua bidang pendidikan menyatakan kesulitan mendapat data detail anak-anak Papua yang kuliah dan sekolah di luar negeri (LN).

Anggota Komisi V DPR Papua, Natan Pahabol, mengatakan sejak tahun lalu pihaknya telah meminta data itu kepada Biro Sumber Daya Manusia (SDM) atau yang kini bernama Biro Otsus Provinsi Papua, namun yang diberikan, tidak sesuai permintaan dewan.

"Kami minta data rinci, berapa keseluruhan anak Papua di luar negeri. Di negara mana saja, dan kuliah di universitas apa, jurusan apa. Misalnya di Jerman, berapa orang, siapa nama-nama. Kuliah di mana, jurusan apa, dan berapa beasiswa yang mereka terima per orang. Begitu juga yang ada di Amerika dan negara lainnya," kata Natan kepada Jubi, Senin (11/9/2017). 

Menurutnya, data yang diberikan Biro SDM ketika itu, hanya jumlah keseluruhan mahasiswa anak Papua yang mengenyam pendidikan di luar negeri, tanpa dirinci sesuai permintaan Komisi V.

"Padahal itu yang penting, supaya kami bisa tahu, berapa anak Papua di Jerman, Amerika dan negara lainnya. Berapa nominal beasiswa yang diterima setiap orang per bulan atau per tahun. Mereka berasal dari kabupaten mana dan seperti apa latar belakang orangtuanya. Apakah benar-benar tidak mampu, atau justru anak-anak pejabat," ujarnya. 

Komisi V kata Natan, dalam waktu dekat berencana memanggil Biro SDM atau sekarang ini bernama Biro Otsus, untuk menanyakan berbagai hal, termasuk data detail terkait anak Papua yang ada di luar negeri. 

Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Nioluen Kotouki, mengatakan hal yang sama. Ia mendesak SKPD terakit di Pemprov Papua segera menyerahkan dokumen penggunaan anggaran pengiriman dana untuk mahasiswa Papua di luar negeri kepada DPR Papua.

"Transparansi pengunaan anggaran terhadap mahasiswa Papua di luar negeri sangat dibutuhkan oleh anggota DPR Papua. Sampai saat ini belum ada data yang diserahkan ke kami," kata Kotouki.

Menurutnya, kebutuhan mahasiswa di setiap negara berbeda, sesuai dengan kondisi dan mata uang suatu negara.

"Misalnya di Jerman menggunakan mata uang Euro, dan Amerika memakai Dollar," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Meski terlambat, pengadilan HAM di Papua penting

Selanjutnya

Kadepa: diplomat Indonesia jangan "hambur madu" di forum internasional

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe