Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Dikhawatirkan, pembunuhan ternak pada program restocking Vanuatu
  • Selasa, 12 September 2017 — 05:26
  • 1007x views

Dikhawatirkan, pembunuhan ternak pada program restocking Vanuatu

Menurut Staf media Departemen Peternakan, Alain Simeon, Pulau Pentakosta memiliki jumlah tertinggi pembunuhan ternak sebesar 17 ekor, sementara di Maewo terjadi sembilan kasus dan begitu juga di Pulau Gaua di Provinsi Torba. Insiden yang sama juga dilaporkan terjadi di Pulau Ambrym di Provinsi Malampa.
Ternak untuk program restocking Pemerintah Vanuatu – DVU/ Alain Simeon
Vanuatu Daily
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Port Vila, JUBI – Kementerian Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perikanan dan Bio-keamanan (Ministry of Agriculture, Livestock, Forestry, Fisheries and Bio-security, MALFFB) khawatir beberapa oknum petani yang terlibat program pemerintah untuk meningkatkan kembali jumlah ternak di provinsi Malampa, Penama dan Torba, telah membunuh ternak yang mereka terima dari program ini.

Program peningkatan jumlah ternak dimulai tahun 2016 dengan tujuan membantu kelompok peternak kecil mencapai tujuan pemerintah nasional agar jumlah ternak di negara tersebut dapat mencapai 500.000 ekor pada tahun 2025 dari jumlah ternak yang sekarang hanya ada 250.000 ekor.

Menurut Staf media Departemen Peternakan, Alain Simeon, Pulau Pentakosta memiliki jumlah tertinggi pembunuhan ternak sebesar 17 ekor, sementara di Maewo terjadi sembilan kasus dan begitu juga di Pulau Gaua di Provinsi Torba. Insiden yang sama juga dilaporkan terjadi di Pulau Ambrym di Provinsi Malampa.

Ternak tersebut disembelih untuk keuntungan finansial ataupun kewajiban adat.

Simeon mengatakan bahwa tahun depan kelompok petani akan menerima ternak gratis di tahap berikut program ini dan menyarankan mereka yang dipanggil untuk membayar denda mereka sebelum bulan November, “jika mereka tidak membayar denda maka pulau mereka tidak akan terdaftar lagi sebagai prioritas untuk tahap program berikutnya.”

“Namun ada juga kabar baik," katanya. “Di Maewo, seekor sapi milik satu petani yang ikut dalam program restocking telah menghasilkan 17 anak sapi, dan beberapa sapi lainnya sedang bunting.”

Petugas Peternakan Senior untuk daerah utara PNG, Stevenson Boe, mendorong para petani untuk terus mendukung program pemerintah untuk restockingternak dan memperingatkan agar tidak mengabaikan peraturan karena jika mereka melanggar larangan membunuh ternak, mereka akan disanksi denda yang mahal.(Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Komunike PIF ke- 48 di Apia

Selanjutnya

AS$ 600 Juta untuk bantuan proyek energi terbarukan PNG

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Rabu, 18 Juli 2018 WP | 4599x views
Nabire Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 4393x views
Dunia |— Minggu, 22 Juli 2018 WP | 4043x views
Jayapura Membangun |— Selasa, 17 Juli 2018 WP | 3517x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe