Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Hingga Juli 2017, penyaluran kredit UMKM baru capai Rp 9,95 triliun
  • Selasa, 12 September 2017 — 10:24
  • 265x views

Hingga Juli 2017, penyaluran kredit UMKM baru capai Rp 9,95 triliun

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu, mengatakan penyaluran kredit perbankan untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Papua dan Papua Barat hingga bulan Juli 2017 baru mencapai Rp 9,95 triliun.
Gedung Otoritas Jasa Keuangan provinsi Papua dan Papua Barat - Jubi/Sindung 
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Kepala Otoritas Jasa Keuangan Papua dan Papua Barat, Misran Pasaribu, mengatakan penyaluran kredit perbankan untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Papua dan Papua Barat hingga bulan Juli 2017 baru mencapai Rp 9,95 triliun.

"Pertumbuhannya masih kecil yaitu 4,34 persen, masih dibawah pertumbuhan nasional yang  sebesar 7,55 persen. OJK menghendaki pertumbuhan sebesar 9 hinggs 12 persen," kata Misran  melalui telepon, Senin (11/9/2017).

Iapun mendorong supaya bank meningkatkan penyaluran kredit dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Misran memaparkan secara umum kinerja perbankan sampai  semester I relatif masih baik karena target pertumbuhan kredit dihitung pada akhir tahun dengan target 9 hingga 12 persen. Sedangkan NPL sedikit diatas benchmark OJK yaitu maksimum 5 persen.

Misran mengungkapkan penyaluran kredit bank umum konvensional sampai dengan semester I 2017 sebesar Rp 24,02 triliun dan bank umum syariah dan UUS sebesar Rp 0,51 triliun.

"Didominasi oleh kredit konsumsi dan yang kedua terbanyak yaitu modal kerja," ujarnya. 

Misran mengungkapkan Non-performing loan (NPL) atau kredit bermasalah di Papua dan Papua Barat, kata dia, NPL di Papua untuk bank umum konvensional 5,44 persen sedangkan syariah dan UUS sebesar 5,46%. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Joko Supratikto, mengungkapkan perkembangan indikator perbankan untuk rumah tangga pada triwulan II 2017 menunjukkan perlambatan. Pertumbuhan kredit tercatat mencapai 2,07 persen pada triwulan II 2017, lebih rendah dari triwulan I 2017 yang mencapai 3,85 persen. 

"Hal serupa juga terjadi pada komponen DPK, dimana pada triwulan II 2017 tumbuh sebesar 0,15 persen lebih rendah dari triwulan I 2017 yang tumbuh sebesar 3,65 persen. Kualitas kredit triwulan II 2017 yang disalurkan masih berada dibawah batas ketentuan Bank Indonesia sebesar  5 persen. NPL pada triwulan II 2017 sebesar 1,96 persen sama dengan triwulan I 2017," tegasnya. (*) 

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Lahan kopi di Jayawijaya berkurang drastis

Selanjutnya

Sebanyak 56 ATM Bank Mandiri bisa beroperasi kembali

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe