Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Laris manis, usaha jualan makanan di depan sekolah
  • Selasa, 12 September 2017 — 10:52
  • 3733x views

Laris manis, usaha jualan makanan di depan sekolah

Ternyata berbisnis bisa dilakukan di mana saja, termasuk usaha jualan makanan di sekolah, terutama sekolah dasar (SD). Peluang usaha yang cukup menjanjikan dengan target anak-anak sekolah yang memang hobi jajan. Tentunya makanan yang dijual bukan hanya enak, namun juga murah bahkan membuat kenyang dan bergizi.
Anak-anak siswa SD Negeri Kotaraja Kota Jayapura sedang menunggu pesanannya sepulang sekolah – Jubi/Abeth You
Abeth You
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Ternyata berbisnis bisa dilakukan di mana saja, termasuk usaha jualan makanan di sekolah, terutama sekolah dasar (SD). Peluang usaha yang cukup menjanjikan dengan target anak-anak sekolah yang memang hobi jajan. Tentunya makanan yang dijual bukan hanya enak, namun juga murah bahkan membuat kenyang dan bergizi.

Joko (41), seorang penjual pentolan dan sosis di depan SD Negeri Kotaraja Kota Jayapura, mengaku hampir tiap hari terjual 10 kilo pentolan dan sosis.

“Terkadang untuk anak sekolah yang dikasih uang jajan pas-pasan, namun belum sarapan biasanya lebih memilih makanan yang mengenyangkan dibandingkan enak rasanya. Jadi, tiap hari saya bikin sekitar 10 kilo pentolan,” ujar Joko, saat berbincang dengan Jubi, Senin (11/9/2017).

Menurutnya, anak-anak sekolah biasanya pintar memilih makanan. Mereka lebih memilih makanan yang masih hangat dan menghindari makanan yang dihangatkan. Apalagi jika itu gorengan, pasti ketahuan dari kulit gorengan yang lebih coklat atau menghitam.

“Jadi lebih baik memasak makanannya sejam menjelang istirahat pelajaran jadi makanan yang dijual masih hangat untuk dimakan,” kata dia.

Karena berjualannya di  depan sekolah, lanjutnya, harga tidak terlalu mahal karena uang jajan anak sekolah biasanya terbatas.

“Pentolan pakai telor maupun yang biasa juga sosis harganya sama Rp 1.000. Hampir tiap hari saya bisa dapat ratusan ribu rupiah,” ujarnya sambil tersenyum.

Udin, rekannya yang biasa menjual minuman dingin, mengatakan jika cuacanya panas lebih baik ia membuat es. Namun jika cuacanya dingin atau musim hujan ia menjual teh hangat, bajigur, susu coklat, atau minuman hangat lainnya.

“Anak-anak pastinya suka agar-agar, makanya pelega tenggorokan ini juga banyak yang mencarinya. Biasanya anak-anaknya menyukai puding rasa coklat, strawberry, dan rasa buah lainnya. Es lilin juga menjadi minuman favorit bagi anak SD. Biasanya yang mereka sukai adalah es lilin kacang hijau, es lilin susu coklat, dan es lilin sirop buah. Selain rasanya enak, es ini juga sangat segar jika diminum siang-siang setelah olahraga,” tuturnya.

Ia menambahkan, es krim memiliki idolanya sendiri bagi anak sekolah. Karena es krim lebih bergizi kandungannya.

“Penghasilan tiap hari pas-pasan saja. Ya, sehari bisa dapat Rp 200ribu itu cukup lumayan,” ucapnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Honda kuasai 70 persen pasar otomotif Papua dan Papua Barat

Selanjutnya

Usai Idul Adha harga cabai di pasar Youtefa stabil

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe