Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. The Asia Foundation gelar pelatihan sertifikasi mediator
  • Selasa, 12 September 2017 — 11:23
  • 620x views

The Asia Foundation gelar pelatihan sertifikasi mediator

Para peserta mediator saat berfoto bersama - Jubi/Roy Ratumakin
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - The Asia Foundation The Asia Foundation-USAID MAJU, IMN  bekerjasama dengan IICT menggelar pelatihan sertifikasi mediator untuk kelompok masyarakat sipil dan mitra strategis di Papua yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Jayapura selama sepekan. 

Perwakilan Asia Fondatioan, Renata Arianingtyas, kepada Jubi melalui sambungan telepon selularnya, Selasa (12/9/2017), mengatakan tujuan pihaknya mengadakan pelatihan sertifikasi mediator untuk mendukung dan memperkuat peran tokoh adat dan masyarakat, serta tokoh agama sebagai pihak penengah (mediator) dalam penyelesaian konflik di tingkat sosial hubungan antarmasyarakat,  masyarakat dengan pihak pemerintah, maupun swasta secara umum dan yang  terkait dengan konflik sumber daya alam secara khusus.

"Melalui pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan 25 orang mediator  bersertifikat Mahkamah Agung yang mampu memfasilitasi proses mediasi, terutama untuk kasus-kasus konflik sumberdaya alam," katanya.

Dikatakan, provinsi Papua memiliki karakteristik yang berbeda dengan  provinsi lainnya di Indonesia. Kehidupan masyarakat Papua masih terikat  dengan aturan adat yang mengatur tatanan sosial masyarakat hukum adat di  Papua, termasuk dalam hal penyelesaian konflik atau perselisihan yang ada di tengah masyarakat.

"Penyelesaian konflik melalui proses dialog dan mediasi dalam kehidupan  sosial masyarakat Papua terutama yang terkait dengan konflik sumber daya alam bukanlah suatu hal yang baru. Peranan tetua adat atau tokoh masyarakat (termasuk tokoh perempuan) dan pemuka agama maupun kelompok  masyarakat sipil (CSO) di Papua yang concern terhadap isu-isu penyelesaian konflik tenurial hutan dan lahan sangat penting untuk ditingkatkan, terutama dalam hal kapasitas untuk menjadi pihak penengah (mediator) dalam setiap penyelesaian konflik atau perselisihan di tingkat masyarakat maupun dalam skala yang lebih luas," ujarnya.

Renata Arianingtyas menambahkan dalam pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang kebijakan penyelesaian  konflik sumberdaya alam baik yang bersifat wajib (mandatory) maupun sukarela (voluntary), memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang alternatif pilihan pnyelesaian sengketa diluar pengadilan  (Alternatif Dispute Resolution).

"Dan juga memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang perspektif gender

dalam resolusi konflik sumber daya alam, memahami, menjelaskan, dan mempraktikkan pemetaan dan analisis konflik, teknik negosiasi, mindset keadilan Pancasila dalam bernegosiasi dan bermediasi, teknik mediasi, teknik  penyusunan dokumen kesepakatan, Kode Etik Mediator dan PerMA No 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Pelaksanaan Mediasi di Pengadilan," katanya.

Yulianto, salah satu advokat yang ikut dalam pelatihan tersebut mengatakan pelatihan tersebut sangat beranfaat bagi masyarakat Papua khususnya tetua adat atau tokoh masyarakat dan pemuka agama, karena peran mediator bukan hanya pekerjaan para pengacara atau advokat.

"Peranan tetua adat atau atau tokoh masyarakat dan pemuka agama sangat  berpengaruh dalam proses penyelesaian konflik di Papua, terutama yang  terkait dengan persoalan tenurial hutan dan lahan serta sumber daya alam lainnya," katanya.

Dikatakan, nilai-nilai aturan adat di Papua salah satunya adalah dengan mengedepankan prinsip dialog dalam setiap perselisihan antarsuku yang kemudian dapat diadopsi dalam penyelesaian konflik di sektor sumber daya alam. 

"Pendekatan penyelesaian konflik di sektor sumber daya alam melalui proses mediasi merupakan upaya penyelesaian melalui dialog yang komprehensif sehingga dapat diterima oleh para pihak yang  bersengketa dan dapat mengurangi penumpukan perkara di pengadilan," ujarnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Relawan LE for Papua Jilid II konsolidasi akbar, akan demo hingga ke LN

Selanjutnya

Pelebaran jembatan sempit di Doyo ‘harga mati’, pasang plang bukan solusi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe