Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Pelebaran jembatan sempit di Doyo ‘harga mati’, pasang plang bukan solusi
  • Selasa, 12 September 2017 — 12:31
  • 557x views

Pelebaran jembatan sempit di Doyo ‘harga mati’, pasang plang bukan solusi

Jalan poros Sentani-Doyo di Kabupaten Jayapura adalah jalur utama yang menghubungkan Kota Sentani dengan beberapa distrik di kabupaten tersebut. Tahun lalu dilakukan pelebaran untuk ruas jalan itu. Namun salah satu jembatan di Doyo luput dari proyek pelebaran jalan tersebut. Akibatnya, meski jalan sudah relatif lebar, keberadaan jembatan itu terkesan sempit dan akibatnya sering terjadi kecelakaan hingga mengakibatkan korban jiwa.
Jembatan di Doyo yang belum dilebarkan dan sering terjadi kecelakaan hingga menyebabkan korban meninggal - Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani,  Jubi – Jalan poros Sentani-Doyo di Kabupaten Jayapura adalah jalur utama yang menghubungkan Kota Sentani dengan beberapa distrik di kabupaten tersebut. Tahun lalu dilakukan pelebaran untuk ruas jalan itu. Namun salah satu jembatan di Doyo luput dari proyek pelebaran jalan tersebut. Akibatnya, meski jalan sudah relatif lebar, keberadaan jembatan itu terkesan sempit dan akibatnya sering terjadi kecelakaan hingga mengakibatkan korban jiwa.

Salah seorang supir angkot jurusan Sentani-Depapre, Kalo, saat ditemui di terminal Pasar Pharaa Sentani mengatakan dinas terkait harus melakukan pelebaran jembatan agar tidak terjadi lagi kecelakaan.

“Saya pikir dong pasang plang itu bukan solusi karena pasti akan ada kecelakaan lagi kalau ada yang belum tahu lokasi tersebut. Jadi perlu ada pelebaran jembatan, itu harga mati,” ucap Kalo, kepada Jubi, Senin (11/9/2017).

Kalo menceritakan dalam satu bulan terakhir sedikitnya tejadi 10 kecelakaan di jembatan tersebut. Sekitar dua pekan lalu waktu Subuh, kata Kalo, dua orang terjun ke bawah jembataan. Satu orang meninggal dunia dan satu lainnya luka-luka.

Penguna jalan lainnya, Paulus, mengatakan kecelakaan yang sering terjadi, yang paling banyak dari arah kota, dimana pengendara dengan kecepatan tinggi datang namun sampai di jembatan tidak dapat mengendalikan kendaraannya.

“Jembatan ini sempit dan banyak yang salah langsung terjun ke bawah jembatan. Ada yang motornya saja yang masuk sungai, orangnya lompat. Ada yang motor dengan orang lapis turun ke bawah,” jelas Paulus.

Paulus mengatakan jembatan ini juga telah tertinggal dan belum ada perhatian serius dari pihak terkait untuk merenovasinya.

“Kalau belum juga diperbaiki pasti akan ada yang jatuh lagi. Walau terlihat sudah ada himbaun seperti dipalang seng dan plang yang bertulisan ‘Hati-hati jembatan menyempit’ tapi tulisan itu terlihat di siang hari saja. Kalau malam hari tidak kelihatan,” ucapnya.

Sebagai masyarakat awam, Paulus berharap perbaikan jembatan dapat dilakukan segera demi keselamatan para penguna jalan.

“Kecelakan sering terjadi itu paling banyak orang mabuk, meski yang tra mabuk juga ada. Kalau bisa diperbaiki, kasih lebar lagi jembatannya,”  tuturnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

The Asia Foundation gelar pelatihan sertifikasi mediator

Selanjutnya

SD Batu Putih, satu papan tulis dipakai dua kelas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe