Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Terdakwa insiden kitab suci terbakar minta dibebaskan
  • Selasa, 12 September 2017 — 16:14
  • 696x views

Terdakwa insiden kitab suci terbakar minta dibebaskan

Sebelumnya Serda BS dituntut hukuman 12 bulan, dipotong masa tahanan.
Caption Foto: Suasana sidang terbakarnya kitab suci di Pengadilan Militer III-19 Jayapura - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Melalui penasehat hukumnya, Serda BS, yang menjadi terdakwa dalam insiden kitab suci terbakar, minta majelis hakim Pengadilan Militer III-19, Jayapura, membebaskan dirinya. Serda BS dituntut hukuman 12 bulan, dipotong masa tahanan.

“Kami meminta hak-hak terdakwa diperhatikan, dan terdakwa di bebaskan,” kata penasehat hukum terdakwa, Mayor Andreas Ledo, saat sidang pembacaan pledoi terdakwa, di Pengadilan Militer Jayapura, Selasa (12/9/2017).

Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramadey, mengatakan menjadi tugas penasehat hukum membela kliennya. Namun ia berharap keputusan hakim pada 28 September 2017 mendatang dapat memberikan rasa keadilan kepada masyarakat.

“Tidak hanya masyarakat pemeluk agama tertentu, tapi juga pemeluk agama lainnya,” kata Frits Ramadey.

Ia menilai ulah kelalaian terdakwa menyebabkan rawan terjadinya gesekan di masyarakat. Frits berharap tidak ada pertimbangan lain yang membuat majelis hakim memutus tanpa memberikan rasa keadilan.

Pada bulan Juni lalu, Pangdam XVII Cemderawasih mengatakan dalam Pasal 156a KUHP pidana menyatakan, barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa dipidana paling lama lima tahun.

“Kalau ada unsur kesengajaan, hukumannya bisa maksimal sehingga saya perintakan Denpomdam memproses secara hukum. Saya sudah lapor ke Kasad dan Panglima TNI, petunjuknya, sesuai aturan hukum yang berlaku proses prajurit yang melakukan kesalahan,” katanya saat itu. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Uji kelayakan di PDIP, LE tegaskan tak ada musuh politik, semua adalah saudaranya

Selanjutnya

Putusan kasus perdata AAI ditunda

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe