Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Pemprov harap ada output positif dari workshop kolaborasi
  • Selasa, 12 September 2017 — 21:23
  • 1064x views

Pemprov harap ada output positif dari workshop kolaborasi

"Saya yakin dari Papua integritas harus bangkit di Indonesia," kata Hery, di Jayapura, Selasa (12/9/2017).
Peserta workshop kolaborasi tunas integritas nasional II 2017 - Jubi/Alex
Alexander Loen
Editor : Galuwo

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua berharap pelaksanaan workshop Kolaborasi Tunas Integritas Nasional II 2017 di Jayapura, dapat menghasilkan output positif yakni birokrasi yang berintegritas.

Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen, mengatakan workshop ini merupakan salah satu strategi dalam mendukung pembangunan budaya integritas. Sebab, dihadiri kabupaten/kota se-Papua dan luar Papua.

"Saya yakin dari Papua integritas harus bangkit di Indonesia," kata Hery, di Jayapura, Selasa (12/9/2017).

Ia tekankan, sejak bekerjasama dengan KPK, Papua kini menjadi indikator dalam pemberantasan korupsi, dengan telah melakukan berbagai kegiatan pencegahan korupsi seperti e-government, e-budgeting dan e-planing, e-samsat dan e-perizinan serta e-pengaduan masyarakat.

"Sejak awal kepimpinan gubernur dan wakil gubernur Papua, telah membuat regulasi maupun infrastruktur yang menjadi indikator kuat untuk penyelenggaraan pemerintahan dengan baik," ujarnya.

Instruktur dari KPK Asep Chaerulloh, mengatakan workshop Kolaborasi Tunas Integritas Nasional II harus dapat mendorong peningkatan Indeks Kebahagiaan yang selama ini masih sangat jauh tertinggal dari provinsi lain di Indonesia.

"Untuk mencapainya lebih baik harus dimulai dari para pemimpin di jajaran pemerintahan, mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah dan juga jajaran BUMN/BUMD, untuk bagaimana menciptakan budaya berintegritas agar terhindar dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN)," kata Asep.

Menurut ia, sebuah negara jika ingin berbicara kelas dunia, indikatornya sudah beralih bukan lagi bagaimana saling maju tapi sekarang bersaing untuk bagaimana bisa saling membahagiakan. 

"Ada indikator menyebutkan 'World Happy Index' atau Indeks Kebahagiaan Dunia, dan negara kita masih ada di jajaran peringkat 80-an. Kita berharap sepuluh tahun ke depan bisa masuk lima besar," ujarnya. 

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh klub tunas untuk sering melakukan pertemuan minimal dua tahun sekali, agar dapat terus bertumbuh. 

"Dengan silaturahmi seperti ini ada hal yang spesifik yang dibahas bersama KPK terkait budaya integritas. Jadi ikatan yang dibangun ini bukan ikatan sembarangan tapi ikatan batin," ucapnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Kakanwil Kemenkumham tagih janji gubernur

Selanjutnya

Dinas PU anggarkan Rp90 miliar bangun jembatan Holtekamp

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe