Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Perempuan dan Anak
  3. Perkara pemerkosaan mahasiswi dilimpahkan ke kejaksaan
  • Rabu, 13 September 2017 — 13:34
  • 710x views

Perkara pemerkosaan mahasiswi dilimpahkan ke kejaksaan

Polisi menunggu penelitian berkas oleh Kejaksaan, jika ada hal yang harus diperbaiki, secepatnya dilengkapi agar kasus ini segera diajukan ke persidangan
ilustrasi IST
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Timika, Jubi- Penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mimika, Papua, melimpahkan berkas perkara kasus pemerkosaan yang menimpa seorang mahasiswi di Timika ke Kejaksaan Negeri setempat.

“Berita Acara Pemeriksaan (BAP) beserta tersangka TAA alias Frans dan tersangka EH alias Edi telah dilimpahkan ke Kejari Timika beberapa hari lalu,” kata Kasat Reskrim Polres Mimika, Dionisius VD Paron Helan, Rabu,(13/9/2017).

Dionisius masih menunggu hasil penelitian berkas oleh Kejaksaan. “Jika ada hal yang harus kami lengkapi, maka kami akan lengkapi secepatnya agar kasus ini segera diajukan ke persidangan,” kata  Dionisius, menambahkan.

Kasus pemerkosaan yang menimpa seorang mahasiswi pada salah satu Perguruan Tinggi di Papua itu terjadi pada 7 Agustus 2017 di area Tanggul, samping Bendungan kompleks Gorong-gorong Timika. Saat itu korban bersama pacarnya (YO), sedang mencari kayu bakar. Namun niat mereka tidak kesampaian karena dicegat oleh para pelaku.

TAA sempat mengejar YO yang melarikan diri. Adapun EH menangkap dan mengancam korban dengan sebilah parang yang kemudian terjadi pemerkosaan.

Dalam kondisi ketakutan, korban disuruh membuka pakaian dan selanjutnya kedua pelaku secara bergantian memperkosa korban masing-masing sebanyak enam dan lima kali.

Pacar korban, YO, setelah melarikan diri akhirnya melaporkan kejadian itu ke pos polisi terdekat. “Korban sempat memencet tombol  pannic button dalam aplikasi Amole Polres Mimika yang telah diunggah dalam telepon genggamnya,”kata Dionisius menjelaskan.

Dalam waktu singkat, tim Polres Mimika mendatangi lokasi itu dan menemukan korban seorang diri. Sedangkan kedua pelaku dibekuk sekitar dua jam setelah kejadian, keduanya ditangkap tak jauh dari lokasi kejadian.

Menurut Dionisius, sejumlah barang bukti yang disita polisi dari lokasi kejadian sebuah celana pendek jeans milik korban, celana dalam korban, telepon genggam milik korban, kalung emas milik korban, dan sebilah parang milik para tersangka.

Catatan Jubi menunjukan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan yang salah satu kategorinya pemerkosaan,  sering terjadi di pulau Papua. Yayasan Humi Inane, misalnya menemukan puluhan kasus kekerasan sex di Jayawijaya selama kurun tahun 2015 .

“Ini terjadi di pada anak dan perempuan di Jayawijaya. Jumlah sangat banyak,” kata Direktur Yayasan Humi Inane, Margaretha Wetipo.

Dalam kurun 2015 lalu Yayasan Humi Inane menerima 10 kasus aduan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur, 23 kasus  penelantaran dalam rumah tangga, kekerasan fisik dalam rumah tangga 30 kasus, kekerasan yang terjadi di sekolah sebanyak 11 kasus.

Ironisnya ada sejumlah korban kekerasan seksual yang didampingi lembaganya pelakunya adalah orang tua kandung.

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Dua penyandang disabilitas ikut seleksi CPNS Kemenkumham

Selanjutnya

Kantor distrik Kemtukgresi sudah dua bulan tidak aktif   

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe