Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Kemenkumham dan USAID pantau program pencegahan kekerasan gender
  • Rabu, 13 September 2017 — 18:42
  • 849x views

Kemenkumham dan USAID pantau program pencegahan kekerasan gender

“Kami ingin melihat program yang sudah berjalan satu tahun ini sudah sejauh mana. Apakah tepat sasaran dan memberikan kontribusi edukasi kepada masyarakat di sini, khususnya bagaimana mencegah terjadinya kekerasan terhadap wanita dan anak,” kata Haru Tamtomo staf ahli menteri Hukum dan HAM bidang penguatan reformasi birokrasi, kepada wartawan di Sasana Wio Kantor Bupati.
Evaluasi dan monitoring program USAID Bersama tentang pencegahan kekerasan gender-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Wamena, Jubi – Kementerian Hukum dan HAM, Bappenas, Sekretaris Negara, dan USAID, Selasa (13/9/2017) melakukan evaluasi dan monitoring program pencegahan kekerasan gender di Jayawijaya.

Program pencegahan kekerasan terhadap gender tersebut, dilaksanakan di sejumlah kampung di dua distrik yakni Distrik Wamena Kota dan Distrik Asologaima.

“Kami ingin melihat program yang sudah berjalan satu tahun ini sudah sejauh mana. Apakah tepat sasaran dan memberikan kontribusi edukasi kepada masyarakat di sini, khususnya bagaimana mencegah terjadinya kekerasan terhadap wanita dan anak,” kata Haru Tamtomo staf ahli menteri Hukum dan HAM bidang penguatan reformasi birokrasi, kepada wartawan di Sasana Wio Kantor Bupati.

Menurut Haru, berdasarkan survei Bapenas dan USAID dan juga hasil pemetaan mitra LSM yang ada di dua kabupaten, yaitu Jayawijaya dan Kabupaten Jayapura, kampung-kampung yang menjadi lokasi pelaksanaan program USAID Bersama ini angka kekerasan terhadap gender cukup tinggi.

“Kegiatan ini pada tahun kedua 2018 nanti akan dikembangkan di Papua Barat, dan pada tahun ketiga dan keempat akan dikembangkan di Maluku dan Maluku Utara. Karena berdasarkan hasil survei kekerasan terhadap perempuan di Indonesia timur khususnya masih cukup tinggi,” ucapnya.

Diharapkan melalui program USAID Bersama yang dirancang dengan pemerintah daerah nantinya, bisa mengurangi atau meminimalisir adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

Asisten I Sekda Jayawijaya, Tinggal Wusono mengapresiasi pendampingan yang dilakukan USAID Bersama terkait tindak kekerasan gender di Kabupaten Jayawijaya.

“Fokus pendampingan memang masih terbatas pada dua distrik itu dan dua kampung. Kami harap adanya pendampingan ini, penanganan kasus juga semakin baik dan adanya penguatan pada teman-teman yang melakukan penanganan di lapangan,” ujar Tinggal.

“Kami berharap dengan pendampingan selama kurang lebih 5 tahun ke depan bisa dilakukan pengembangan, jadi tidak hanya fokus di dua distrik tetapi juga pada distrik-distrik yang lain. Sehingga harapan kita bersama kasus yang ada semakin sedikit,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pemkab Jayawijaya berjanji bayar kontrakan mahasiswa di Bali

Selanjutnya

Pemkab Yahukimo diminta fasilitasi perdamaian suku Siep Asso dan Husage

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe