Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. SMA YPK Diaspora baru terapkan K-13 tahun ini
  • Rabu, 13 September 2017 — 19:22
  • 993x views

SMA YPK Diaspora baru terapkan K-13 tahun ini

"Memang baru tahun ini kami terapkan, karena kami sudah mendapatkan SK penunjukan langsung dari direktorat pendidikan menengah atas yang menetapkan kurang lebih 6 ribu sekolah di Indonesia termasuk kami, pada tahun ajaran 2017/2018 menggunakan K-13," katanya kepada Jubi, Rabu (13/9/2017) di Jayapura.
Suasana belajar di luar kelas di SMAN 4 Jayapura. SMAN 4 Jayapura merupakan salah satu sekolah yag telah menerapkan K-13 terhadap peserta didiknya - Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Yayasan Pendidikan Krister (YPK) Diaspora Kotaraja Dalam, Erens Sanggeuw, mengatakan tahun ini sekolahnya baru menerapkan kurikulum 2013 (K-13) untuk kelas 10.

"Memang baru tahun ini kami terapkan, karena kami sudah mendapatkan SK penunjukan langsung dari direktorat pendidikan menengah atas yang menetapkan kurang lebih 6 ribu sekolah di Indonesia termasuk kami, pada tahun ajaran 2017/2018 menggunakan K-13," katanya kepada Jubi, Rabu (13/9/2017) di Jayapura.

Dikatakan, pihaknya tetap mendkuung apa yang menjadi kebijakan pemerintah. Ia mengandaikan jika TNI dan Polri ada panglimanya, maka di dunia pendidikan juga ada panglimanya yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Pada prinsipnya kami mendukung dan melaksanakan, karena kalau kami tidak laksanakan maka sama saja dengan tidak mengikuti aturan yang sudah diturunkan oleh panglima kami. Saya yakin, pemerintah sudah memikirkan hal-hal negatif akibat dari penerapan K-13 tersebut termasuk penerapan lima hari sekolah," ujarnya.

Namun dalam penerapan K-13 dan juga lima hari sekolah pihaknya sedikit mendapat kendala. Banyak siswa yang tidak bisa mengikuti sisa pelajaran karena kondisi tubuh mereka sudah tidak bisa menerima mata pelajaran pada jam-jam terakhir. Selain itu, pihaknya belum memiliki peralatan yang memadai guna mendukung penerapan kurikulum K-13.

"Ada dua hal besar yang menghadang membuat penerapan implementasi K-13 tak berjalan maksimal, seperti pemanfaatan informasi teknologi (IT) dalam pelaksanaan pembelajaran, karena faktor usia dan kesiapan sekolah yang belum maksimal. Saya berharap orangtua atau wali murid juga mendukung kebijakan sekolah dengan memberikan nutrisi yang cukup pada anak pada pagi hari, sehingga ketika ke sekolah fisik mereka siap menerima pelajaran yang diberikan," katanya.

Kepala Bidang Pendidikan Tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, Kota Jayapura, Abdul Majid, mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, terus berupaya agar semua jenjang sekolah mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK wajib menerapkan kurikulum 13 (K13), 2018 mendatang.

"Maka pelatihan diklat harus dilakukan secara mandiri. Namun anggaran yang dibutuhkan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah," katanya saat ditemui di ruang kerjanya di kantor Wali Kota Jayapura belum lama ini. (*)

loading...

Sebelumnya

Nabire segera mendapat kelambu anti malaria

Selanjutnya

Mahasiswa Katolik USTJ akan gelar latihan dasar kepemimpinan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe