Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Tan Wie Long: berikan kesempatan OAP jadi ASN
  • Kamis, 14 September 2017 — 11:31
  • 720x views

Tan Wie Long: berikan kesempatan OAP jadi ASN

"Kami berharap, untuk menjawab itu, berikan kesempatan selama lima atau 10 tahun ke depan kepada anak asli Papua dalam setiap penerimaan ASN, di provinsi, kabupaten dan kota. Yang diterima harus orang asli Papua dan non-Papua jangan ikut mendaftar ASN," katanya, Rabu (13/9/2017).
Ilustrasi ASN - Dok. Jubi 
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi -  Anggota Komisi I DPR Papua, komisi yang membidangi pemerintahan, politik, hukum dan HAM, Tan Wie Long mengatakan, mereka yang berasal dari luar Papua sebaiknya memberikan kesempatan kepada orang asli Papua (OAP) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), ketika ada penerimaan.

Ia mengatakan, penerimaan ASN di Papua selama ini diikuti banyak pendaftar. Tidak hanya orang asli Papua, namun masyarakat Indonesia lain yang berdomisili di Papua. Hanya saja, jumlah pendaftar tidak sebanding dengan yang akan diterima.

Menurutnya, setiap tahun kalau ada penerimaan, yang diterima minim dan setiap tahun universitas meluluskan ribuan sarjana. Ini masalah klasik dan merupakan benang kusut yang harus diselesaikan pemprov. 

"Kami berharap, untuk menjawab itu, berikan kesempatan selama lima atau 10 tahun ke depan kepada anak asli Papua dalam setiap penerimaan ASN, di provinsi, kabupaten dan kota. Yang diterima harus orang asli Papua dan non-Papua jangan ikut mendaftar ASN," katanya, Rabu (13/9/2017).

Katanya, memang tidak ada aturan akan hal itu, namun tidak ada salahnya saling mengerti dan memberikan kesempatan kepada putra/putri asli Papua.

"Berikan porsi dan kesempatan kepada orang asli Papua, sehingga mereka mengejar ketertinggalan dalam rekrutmen ASN," ujarnya. 

Dikatakan, ini adalah afirmasi yang benar-benar berpihak kepada orang asli Papua. Tidak perlu lagi ada istilah 70 atau 80 persen kuota untuk orang asli Papua dan sisanya non-Papua. 

Legislator Papua lainnya, Nioulen Kotouki mengatakan, tidak hanya pendaftaran ASN, rekrutmen lainnya misalnya pendamping kampung di Papua, selalu diwarnai aksi protes dari anak asli Papua karena merasa diperlakukan tidak adil.

"Terkadang ada di antara mereka yang sudah menjadi tenaga honor bertahun-tahun, bahkan belasan tahun, namun ketika mendaftar ASN, dinyatakan tidak lolos. Justru mereka yang tidak tahu berasal dari mana yang lolos," katanya.

Inilah lanjut dia, yang menyebabkan anak asli Papua selalu protes karena merasa ada yang tidak beres. Mereka menilai diperlakukan tidak adil. (*) 

loading...

Sebelumnya

Anggota dewan kritik pimpinan yang tidak ngantor

Selanjutnya

Kaway pesimis jalan Trans Papua dimanfaatkan masyarakat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat