Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Domberai
  3. Raja Ampat tuan rumah pameran Otsus 2017
  • Kamis, 14 September 2017 — 13:02
  • 1598x views

Raja Ampat tuan rumah pameran Otsus 2017

Kepala Bappeda Propinsi Papua Barat, Ishak L Halatu, mengatakan Kabupaten Raja Ampat ditetapkan sebagai tuan rumah pameran Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2017.
Masyarakat adat bersama Kepala Bappeda Papua Barat, Ishak L Halatu,  dan Ketua Dewan Adat Byak Raja Ampat, Mananwir Paul Finsen Mayor – Jubi/Niko
Niko MB
ness@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Waisai, Jubi - Kepala Bappeda Propinsi Papua Barat, Ishak L Halatu, mengatakan Kabupaten Raja Ampat ditetapkan sebagai tuan rumah pameran Otonomi Khusus (Otsus) Tahun 2017.

Saat menemui Ketua Dewan Adat Byak Betew yang juga Ketua Dewan Adat Raja Ampat, Mananwir Paul Finsen Mayor, Kepala Bappeda mendiskusikan beberapa agenda provinsi Papua Rarat di Raja Ampat dalam tahun ini.

"Kami sdh diskusi dengan ketua dewan adat dan pelaksanaan pameran otsus dalam tahun ini. Kami juga sempat tanyakan jumlah suku asli Papua di Raja Ampat," ujar Isak Halatu, saat dihubungi Jubi, Kamis (14/9/2017).

Dalam waktu dekat akan diadakan pameran dari lima provinsi di Indonesia yang menerima otonomi khusus dari pemerintah pusat. Pameran itu akan dilangsungkan di Raja Ampat.

“Dalam kesempatan tersebut saya sampaikan bahwa untuk membangun Papua Barat dan terlebih khusus wajib hukumnya pemerintah melibatkan masyarakat  adat Papua sebagai pelaku pembangunan dan berpartisipasi dalam pembangunan di Raja Ampat,"ungkap Halatu.

Sementara, Ketua Dewan Adat Byak Betew Raja Ampat, Mananwir Paul Finsen Mayor, dalam pertemuan  itu mengharapkan adanya komunikasi yang konstruktif antara pemerintah dan masyarakat adat sebab pembangunan dan kegiatan yang dicanangkan ini sudah pasti membangun di atas tanah adat milik masyarakat adat maka wajib berkoordinasi dengan pihak Dewan Adat  di setiap daerah.

"Komunikasi konstruktif ini harus dibangun baik agar ada input yang menguntungkan bagi masyarakat adat. Pembangunan harus menguntungkan masyarakat adat sebagai pemilik negeri dan penikmat pembangunan itu sendiri. Sebab kalau tidak ada koordinasi pasti berujung masalah seperti demo, palang, dan protes-protes yang bisa merugikan pembangunan itu sendiri,” kata Mananwir Paul Finsen Mayor. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Warga Sorong swadaya bangun rumah guru

Selanjutnya

TNI-AD waspadai migrasi WNA di Papua Barat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe