close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sumatera
  3. Gajah liar masuki pemukiman penduduk
  • Minggu, 16 Oktober 2016 — 11:53
  • 503x views

Gajah liar masuki pemukiman penduduk

Polres Indragiri Hulu, di Provinsi Riau menurunkan tim untuk memantau dugaan perjalanan gajah liar yang memasuki pemukiman penduduk di Kecamatan Batang Cenaku.
Gajah liar masuki pemukiman. --tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Rengat, Jubi - Polres Indragiri Hulu, di Provinsi Riau menurunkan tim untuk memantau dugaan perjalanan gajah liar yang memasuki pemukiman penduduk di Kecamatan Batang Cenaku.

"Kami khawatir gajah bisa merusak tanaman dan mengganggu ketentraman warga setempat," Kata Kapolres Indragiri Hulu AKBP Abas Basuni di Rengat, Minggu (16/10/2016).

Ia mengatakan, ada beberapa warga yang menyampaikan terjadi pengrusakan tanaman milik penduduk yang diduga dilakukan gajah liar, sehingga diputuskan untuk menghalau gajah itu sebelum mengganggu masyarakat.

Mamalia bertubuh besar itu diduga berasal dari kawasan konservasi satwa liar dari Kabupaten Muaro Tebo Provinsi Jambi.

Untuk melakukan evakuasi terhadap gajah itu direncanakan memakai sistem tembak bius oleh regu konservasi gajah Frankfurt Zoological Society yang berasal dari Muara Tebo berkordinasi dengan Polda Riau. "Gajah tidak boleh dibunuh," katanya.

Kapolres juga menjelaskan, warga di daerah tersebut diminta tidak melakukan penembakan, selain itu senjata rakitan milik penduduk yang biasa digunakan untuk berburu kini sudah disita pihak kepolisian.

Kapolsek Batang Cenaku, Iptu Arsad menjelaskan, senjata rakitan milik warga telah disita, sehingga satwa liar yang dilindungi oleh pemerintah itu diperkirakan akan aman dan bebas dari kemungkinan penembakan liar yang dapat mengancam keselamatannya.

"Di wilayah Batang Cenaku masih banyak hewan liar yang dilindungi, yaitu gajah, harimau, rusa dan burung," ujarnya.

Menurut informasi, gajah dari konservasi satwa liar dari Jambi tersebut sudah berada di wilayah Riau sejak tanggal 29 September 2016. Gajah tersebut sudah dipasangi alat pelacak satwa liar untuk memantau pergerakannya.

"Evakuasi gajah itu dilakukan dengan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait termasuk Dinas Kehutanan dan BKSDA," terangnya.(*)

loading...

Sebelumnya

Pesawat Asian One tergelincir, Bupati akui Bandara Aminggaru rawan kecelakaan

Selanjutnya

Warga terusik oleh penambang liar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4944x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4318x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 3997x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2522x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2470x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe