Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pendaftaran pendamping desa online dinilai sulitkan anak Papua
  • Kamis, 14 September 2017 — 17:51
  • 724x views

Pendaftaran pendamping desa online dinilai sulitkan anak Papua

"Rekrutmen online ini menyulitkan anak-anak Papua, sehingga harus dilakukan secara offline, supaya anak-anak Papau bisa bersaing secara sehat," kata Mote.
Pertemuan BPMK Provinsi Papua, perwakilan DPR Papua dan para pendaftar pendamping desa, Kamis (14/9/2017) - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Provinsi Papua, Donatus Mote menyatakan, pendaftaran pendamping desa/kampung secara online menyulitkan anak asli Papua untuk dapat bersaing.

Ini dikatakan Mote dalam pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Nioluen Kotouki dan Anggota Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long bersama perwakilan pendaftar pendamping kampung dari 10 kbupaten di wilayah Lapago, Kamis (14/9/2017), di DPR Papua.

"Rekrutmen online ini menyulitkan anak-anak Papua, sehingga harus dilakukan secara offline, supaya anak-anak Papau bisa bersaing secara sehat," kata Mote.

Ia meminta DPR Papua menyurati Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, supaya rekrutmen pendamping desa ke depan, tidak dilakukan secara online.

Ia menyatakan siap memperjuangkan sarjana teknik atau arsitek dalam rekrutmen pendamping desa. Namun Mote mengingatkan, para sarjana tidak hanya berharap pada penerimaan pendamping desa, tetapi mencari lapangan kerja lain.

"Apalagi dalam penerimaan pendamping desa kali ini sangat terbatas, tentu tidak semua dapat diakomodir," ujarnya.

Katanya, DPR Papua dan DPRD kabupaten/kota se-Papua perlu mendorong terciptanya lapangan kerja untuk lulusan universitas di Papua.

Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, merespon positif saran Donatus untuk menyurati kementerian, terkait sistem pedaftaran pendamping desa di Papua.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan. Beliau menyarankan kami menggelar rapat dan hasilnya nanti ditampung, setelah beliau kembali dari tugas di luar daerah, akan dibahas dalam rapat Badan Musyawarah DPR Papua," kata Kotouki.

Namun kata dia, tetap saja harus ada upaya memproteksi anak asli Papua dalam rekrutmen bidang apa pun, termasuk pendamping desa. (*)

loading...

Sebelumnya

Natan: berantas buta aksara di Papua butuh pendekatan kontekstual

Selanjutnya

Thomas: tangkap pelaku dan aktor pembakar kantor pemerintahan Intan Jaya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe