Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Thomas: tangkap pelaku dan aktor pembakar kantor pemerintahan Intan Jaya
  • Kamis, 14 September 2017 — 17:57
  • 353x views

Thomas: tangkap pelaku dan aktor pembakar kantor pemerintahan Intan Jaya

"Kami dukung upaya perdamaian yang kini dilakukan Polda Papua dan Pemkab Intan Jaya. Tapi penting, aparat keamanan tegas, terutama kapolda karena ini negara hukum. Pelaku pembakaran dan aktor di balik layar harus ditangkap dan diproses hukum," kata Thomas kepada Jubi, Kamis (14/9/2017).
Ilustrasi masyarakat Intan Jaya - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Legislator Papua dari daerah pemilihan Intan Jaya, Thomas Sondegau mendesak kepolisian segera menangkap pelaku dan aktor dibalik pembakaran sejumlah kantor pemerintahan dan barak pegawai di Intan Jaya, 30 Agustus 2017, pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memenangkan pasangan calon petahana nomor urut 3, Natalis Tabuni-Yan Kobogayau.

"Kami dukung upaya perdamaian yang kini dilakukan Polda Papua dan Pemkab Intan Jaya. Tapi penting, aparat keamanan tegas, terutama kapolda karena ini negara hukum. Pelaku pembakaran dan aktor di balik layar harus ditangkap dan diproses hukum," kata Thomas kepada Jubi, Kamis (14/9/2017).

Menurutnya, Kapolda Papua telah berjanji akan mengusut kasus ini. Janji itu harus diwujudkan, karena yang dibakar adalah aset negara dan daerah.

"Jangan bilang selesai proses adat dan lain-lain, tidak bisa begitu. Kapolda harus tegas siapa pun yang melanggar hukum, harus diproses, supaya masyarakat percaya. Jangan pihak keamanan hanya iya, iya," ujarnya.

Katanya, tidak ada yang kebal hukum. Akan menjadi pertanyaan besar pihaknya dan masyarakat di mana penegakan hukum, kalau sampai kepolisian tidak dapat menangkap pelaku pembakaran dan aktor di belakang itu.

Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni menyatakan, beberapa kantor pemerintahan yang dibakar yakni dinas kesehatan, kesbangpol, bappeda, pemberdayaan perempuan, pemberdayaan masyarakat, rumah dinas ketua DPRD, beberapa barak pegawai termasuk home stay pariwisata, barak keuangan, dan pertambangan.

"Sampai sekarang pemerintahan tidak berjalan," kata Natalis.

Katanya, hampir 50 persen dari 700 ASN di Intan Jaya mengungsi ke daerah lain, pascarusuh pilkada di wilayah itu, karena khawatir masalah keamanan.

"Melihat kondisi ini, saya dan wakil yang aktif hingga November 2017, bersama seluruh tim, anggota DPR Papua dari Intan Jaya, komitmen menyelesaikan masalah ini," ucapnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pendaftaran pendamping desa online dinilai sulitkan anak Papua

Selanjutnya

Pascapilkada, pemerintahan di Intan Jaya tak maksimal 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe