Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Pascapilkada, pemerintahan di Intan Jaya tak maksimal 
  • Kamis, 14 September 2017 — 18:02
  • 821x views

Pascapilkada, pemerintahan di Intan Jaya tak maksimal 

"Puncaknya ketika pembakaran beberapa kantor, sampai sekarang pemerintahan tidak berjalan," kata Natalis dalam keterangan persnya kepada wartawan di Kota Jayapura, Kamis (14/9/2017).
Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni-Yan Kobogayau (tengah) bersama legislator Papua, Maria Duwitau dan Thomas Sondegau ketika memberikan keterangan pers, Kamis (14/9/2017) - Jubi/Arjuna 
Arjuna Pademme
Editor : Galuwo
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jayapura, Jubi - Bupati Intan Jaya, Papua, Natalis Tabuni menyatakan, roda pemerintahan di wilayahnya tidak berjalan maksimal pascarusuh pelaksanaan pilkada di wilayah itu, 23-24 Februari 2017.

Natalis yang juga calon bupati terpilih Intan Jaya ketika kembali berpasangan dengan wakilnya, Yan Kobogayau mengatakan, puncak lumpuhnya pemerintahan di wilayahnya, pascapembakaran beberapa kantor pemerintahan, 30 Agustus 2017, usai Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan pihaknya menang dalam pilkada. 

"Puncaknya ketika pembakaran beberapa kantor, sampai sekarang pemerintahan tidak berjalan," kata Natalis dalam keterangan persnya kepada wartawan di Kota Jayapura, Kamis (14/9/2017).

Jumat (15/9/2017), pihaknya akan ke Nabire bertemu para pimpinan SKPD, pejabat eselon, tokoh masyarakat dan meminta mereka kembali ke Intan Jaya, supaya pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan, juga merangkul, berkomunikasi dengan pihak yang tidak terima putusan MK.

"Masyarakat Intan sendiri tidak ada masalah. Mereka yang merasa tidak aman ini, yang belum kembali. Kurang lebih 700 orang ASN di Intan Jaya, dan yang mengungsi hampir 50 persen. Tapi anak daerah tetap di sana, karena merasa tidak apa-apa. ASN di sana kan tidak semua netral," ujarnya.

Kantor pemerintahan Intan Jaya yang dibakar pascaputusan MK yakni dinas kesehatan, kesbangpol, bappeda, pemberdayaan perempuan, pemberdayaan masyarakat, rumah dinas ketua DPRD, beberapa barak pegawai termasuk home stay pariwisata, barak keuangan, dan pertambangan.

"Untuk pelantikan, kami cooling down dulu. Biarkan ASN bekerja, apalagi ini akhir tahan anggaran, supaya pertanggungjawabannya maksimal. Biarkan yang ada ini jalan dulu," katanya.

Legislator Papua dari daerah pemilihan Intan Jaya, Maria Duwitau mengatakan, mendukung proses perdamaian yang kini diupayakan di Intan Jaya. 

"Sebagai anak asli Intan Jaya, kami sedih ini terjadi. Harapan kami, semua pihak mendukung pemkab menyelesaikan masalah ini, sehingga semua berjalan aman, nyaman dan damai, dalam proses pemerintahan lima tahun ke depan," kata Maria. (*) 

loading...

Sebelumnya

Thomas: tangkap pelaku dan aktor pembakar kantor pemerintahan Intan Jaya

Selanjutnya

Gubernur Enembe tegaskan pertemuannya dengan petinggi Polri bahas banyak hal, termasuk paska Otsus

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat