Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Pemkab Yahukimo diminta fasilitasi perdamaian suku Siep Asso dan Husage
  • Kamis, 14 September 2017 — 18:37
  • 418x views

Pemkab Yahukimo diminta fasilitasi perdamaian suku Siep Asso dan Husage

“Saat ini kami ingin kepastian kapan pemerintah Kabupaten Yahukimo memfasilitasi kedua suku untuk berdamai. Awalnya suku Husage yang melakukan penyerangan ke masyarakat di Distrik Mugi kampung Hulelima,” kata Welington Siep kepada wartawan di Wamena, Kamis (14/9/2017).
Puing–puing bangunan rumah warga dan sarana lainnya yang terbakar-Jubi/Ist
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Wamena, Jubi - Masyarakat Distrik Mugi, Kabupaten Yahukimo meminta kepada pemerintah daerah Yahukimo untuk segera turun tangan menyelesaikan pertikaian antardua kelompok masyarakat yang terjadi akhir pekan lalu.

Kepala Distrik Mugi, Welington Siep, mengatakan masalah yang terjadi sebenarnya telah diselesaikan di Jayawijaya, seperti pembunuhan di pasar baru, namun ada oknum yang membawa masalah ini sampai ke kampung. Pada akhirnya masalah itu meluas dan menjadi bentrokan antarwarga Siep Asso dan Husage.

Kejadian tersebut bukan hanya menelan korban jiwa, tetapi juga dana desa sebesar Rp490 juta milik tiga desa yang ikut terbakar bersama harta benda masyarakat.

“Saat ini kami ingin kepastian kapan pemerintah Kabupaten Yahukimo memfasilitasi kedua suku untuk berdamai. Awalnya suku Husage yang melakukan penyerangan ke masyarakat di Distrik Mugi kampung Hulelima,” kata Welington Siep kepada wartawan di Wamena, Kamis (14/9/2017).

Menurutnya, penyerangan terhadap masyarakat Siep Asso menelan dua korban jiwa dan 15 kampung warga yang ada dalam 3 desa yakni Togolu, Hunenima dan Wimasili habis terbakar. Selain itu rumah guru, 3 kantor Desa, Pustu serta harta masyarakat seperti ternak babi, uang dari dana desa sebesar Rp490 juta milik tiga kepala kampung pun raib terbakar dengan rumah.

“Jadi dana desa yang ikut terbakar itu pada saat dicairkan dan dibawa ke kampung. Belum dikoordinasikan dengan masyarakat, tiba-tiba sudah ada penyerangan,” katanya.

Mewakili pemuda Distrik Mugi, Amsal Siep mengaku tidak ingin kejadian seperti ini berlanjut, sehingga ke depan diharapkan tidak terjadi lagi perang antarwarga. Ia juga meminta pemerintah daerah turun dan memfasilitasi kedua belah pihak untuk berdamai.

“Kami ingin pemerintah turun melihat sendiri bagaimana korban di 3 desa dan 15 kampung, agar bisa melihat semua korban yang kehilangan harta bendanya,” ujar Amsal Siep.

Perwakilan mahasiswa Yahukimo, Henius Asso, mengungkapkan masalah ini sebenarnya telah diselesaikan di Wamena, namun entah kenapa bisa terbawa ke kampung.

"Saya berharap bisa ditindaklanjuti dengan serius oleh Pemerintah Daerah Yahukimo dan juga aparat TNI/Polri, agar tidak terulang. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Kemenkumham dan USAID pantau program pencegahan kekerasan gender

Selanjutnya

BBM langka di Wamena, Kepala Trigana: tugas kami hanya angkut BBM

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe