Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Dunia
  3. Mari Alkatiri emban Perdana Menteri Timor Leste
  • Kamis, 14 September 2017 — 18:47
  • 1105x views

Mari Alkatiri emban Perdana Menteri Timor Leste

Perdana menteri yang baru akan menghadapi tekanan dalam mengangkat perokonomian negara kecil berpenduduk 1,3 juta orang itu, yang bergantung pada produksi minyak. Sementara ia juga akan menghadapi angka pengangguran dan kemiskinan yang tinggi.
Mari Alkatiri. Abc.net.au/ Jubi
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Dili, Jubi - Mari Alkatiri akan dilantik mengemban tugas keduanya sebagai perdana menteri Timor Leste

Negara demokrasi termuda di Asia itu menghadapi tantangan berat dalam meningkatkan perekonomian, yang lesu dan bergantung pada minyak dan gas.

Alkatiri, sekretaris jenderal partai Fretilin, adalah perdana menteri pertama Timor Leste setelah negara itu merdeka dari Indonesia pada 2002. Ia mundur pada 2006 setelah terjadi gelombang kerusuhan, yang dipicu pemecatan 600 tentara.

"Pada hari ini, saya umumkan kepada semua orang bahwa presiden republik ini mencalonkan Dr Mari Alkatiri menjadi perdana menteri," kata Presiden Francisco "Lu Olo" Guterres, Kamis ( 14/09/2017).

Guterres meminta masyarakat tetap tenang dan berkata bahwa Alkatiri akan membentuk pemerintahan minoritas. Dia mengharapkan Alkatiri akan diambil sumpahnya pada Kamis atau Jumat nanti.

"Yang terpenting, para politisi perlu memikirkan tentang bagaimana menjaga keseimbangan pemerintahan di masa depan dan menjamin perdamaian," katanya.

Fretilin, atau Front Revolusioner untuk Timor Leste Merdeka, meraih suara terbanyak dalam pemilihan Juli namun gagal mendapatkan mayoritas.

Alkatiri, muslim di negara dengan sebagian besar masyarakat Katolik Roma, menghabiskan beberapa dasawarsa tinggal dalam pengasingannya di Mozambik, selama masa perjuangan kemerdekaan Timor Timur.

Perdana menteri yang baru akan menghadapi tekanan dalam mengangkat perokonomian negara kecil berpenduduk 1,3 juta orang itu, yang bergantung pada produksi minyak. Sementara ia juga akan menghadapi angka pengangguran dan kemiskinan yang tinggi.

Turunnya produksi dari ladang minyak dan gas yang ada, ditambah dengan merosotnya harga komoditas, telah memukul anggaran pemerintah dan mengikis ambisinya untuk mengembangkan sektor manufaktur sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.

Australia dan Timor Leste mencapai kesepakatan pada awal bulan ini di perbatasan maritim mereka, mengakhiri kemelut perbatasan selama satu dasawarsa yang telah menghentikan proyek gas lepas pantai senilai 40 miliar dolar AS.

Perselisihan lama menyebabkan pemilik ladang minyak Greater Sunrise -Woodside Petroleum, ConocoPhillips, Royal Dutch Shell dan Osaka Gas Jepang- menangguhkan proyek tersebut.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia dan Timor Leste sepakat membentuk tim kecil dengan nomenklatur Senior Officer Consultation (SOC) untuk membahas perbatasan antarkedua negara yang masih belum tuntas.

Sebelumnya, penyelesaian sengketa antara Indonesia – Timor Leste sempat terganggu, pasca referendum 1999 silam. (*)

Sumber: Antara/CNN Indonesia

 

loading...

#

Sebelumnya

Mengapa Halimah terpilih jadi presiden Singapura?

Selanjutnya

Dituduh jadi mata-mata, mantan presiden Mesir dipenjara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe