Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Di Bukit Cinta, tim dayung Papua patah hati
  • Kamis, 14 September 2017 — 20:33
  • 826x views

Di Bukit Cinta, tim dayung Papua patah hati

"Ini risiko yang harus kita terima. Seperti Didimus setelah turun di nomor double sculls dengan Yoap Tokoro. Setelah itu main lagi di jarak 2000 meter," jelasnya.
Dua pedayung putri, Magdalena Sanggrangbano dan Aprilia Lingqui siap-siap untuk bertanding – Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
jean@tabloidjubi.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Ambarawa, Jubi - Cabang olahraga dayung, Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV/2017 yang berlangsung di kawasan wisata Bukit Cinta Rawa Pening, Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru itu, Kabupaten Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Para pedayung Papua di hari pertama, harus patah hati alias bertumbangan. Kalah bersaing dari Maluku, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Tenggara dan tuan rumah Jawa Tengah yang paling dominasi.

Pada nomor Rowing yang mempertandingkan Single Sculls (M1X) jarak 1000 meter dan 2000 meter putra/putri, Double Sculls (M2X) 1000 dan 2000 meter putra/putri dan nomor Kwadrapel (M4X) 1000 dan 2000 meter putra.

Papua tidak bisa berbuat banyak sejak penyisihan. Pada jarak 2000 meter, tak ada satu pun kontingen Papua berhasil masuk finis pertama.

Hasil terbaik hanya didapat pedayung putra, Didimus Biday. Remaja bertubuh jangkung itu berhasil masuk finih pertama di nomor Single Sculls jarak 1000 meter dengan catatan waktu 8 menit 12,935 detik.

Didimus yang berpasangan dengan Yoap Tokoro yang turun di nomor Double Sculls (M2X) jarak 2000 meter, harus tersisih dan masuk terakhir dari Jawa Barat, DKI Jakarta dan Sulawesi Tenggara.

Biday kembali turun di Single Sculls jarak 2000 meter. Tenaga yang sudah terkuras memaksanya harus finis ketiga setelah pedayung Maluku dan Jawa Barat.

Rosmina Sanggrangbano, pelatih dayung tim Popnas Papua mengaku, sudah menjadi risiko, sebab pedayung ada yang merangkap dua nomor.

"Ini risiko yang harus kita terima. Seperti Didimus setelah turun di nomor double sculls dengan Yoap Tokoro. Setelah itu main lagi di jarak 2000 meter," jelasnya.

Mensiasati kondisi ini, Rosmina mengaku sudah berbicara dengan kedua anak didiknya itu untuk memprioritaskan satu nomor.

"Kalau di single sculls saingan berat. Ada pedayung Maluku dan Jawa Barat, mereka atlet Pelatnas. Makanya saya sarankan kita fokus ke double sculls saja," ujarnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pembalap lokal Wamena ramaikan Kejurnas Swallow Grasstrack

Selanjutnya

JBR kembali pimpin Perbakin Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe