Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Kacang luar daerah dominasi pasar Youtefa
  • Jumat, 15 September 2017 — 16:35
  • 352x views

Kacang luar daerah dominasi pasar Youtefa

Pedagang lebih banyak menjual kacang tanah asal pulau Jawa dibanding kacang tanah lokal. Jumlahnya mencapai 80 persen dibanding kacang asli Papua.  
Tampak kacang impor dan lokal yang dijual di pasar Youtefa, Jumat, (15/9/2017) - Abeth You/Jubi
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Kacang tanah asal luar Papua yang sebagian besar didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur semakin merajai pasar lokal di Papua, terutama pasar Youtefa, Abepura, Kota Jayapura.

Pantauan Jubi di pasar tersebut, rata-rata, pedagang lebih banyak menjual kacang tanah asal pulau Jawa dibanding kacang tanah lokal. Jumlahnya mencapai 80 persen dibanding kacang asli Papua.  

“Konsumen lebih banyak memilih kacang impor ketimbang lokal,” kata pedagang kacang di pasar Youtefa, Urdin, Jum’at (15/9/2017).

Pilihan pembeli itu disebabkan oleh harga kacang tanah asal Jawa Timur lebih murah dibanding kacang tanah lokal. “Rata-rata, harganya di kisaran Rp 20 ribu  hingga Rp 25 ribu per kilo, sedangkan kacang lokal dipatok pada angka Rp 30 ribu per kilo,” kata Urdin, menjelaskan.

Pengakuan yang sama disampaikan Rifai, pedagang lain di pasar Youtefa, yang menilai kualitas kacang yang dikirim dari luar Papua lebih baik dibanding kacang lokal. Menurut Rifai, kacang luar Papua itu bisa bertahan lebih dari dua bulan.

"Kacang lokal lebih cepat busuk atau tumbuh jamur, makanya kami hanya menjual kacang lokal sedikit,” kata Rifai .

Selain kualitas yang masih rendah, produksi kacang lokal belum bisa memenuhi permintaan pasar. Dari total rata-rata sekali pengiriman ke pedagang yang mencapai 200 kilogram, sebanyak 80 persen merupakan kacang yang didatangkan dari Jawa.

Dalam sehari pedagang bisa menjual antara 50 hingga 100 kilo gram kacang itu, angka tersebut bisa lebih besar saat menjelang hari-hari besar keagamaan, khususnya menjelang lebaran.

“Saat itu, permintaan kacang tanah naik hingga lebih dari dua kali lipat,” katanya.

Menurut Rifai, pada hari biasa konsumen yang datang membeli kacang tanah kebanyakan industri rumahan yang memproduksi kue, selain itu itu juga rumah makan. ”Hanya sedikit konsumen dari rumah tangga,” ujar Rifai menjelaskan.

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pembukaan kantor kas titipan BI mendapat apresiasi

Selanjutnya

Harga pisang cenderung stabil

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe