Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Berita Papua
  3. Mabes Polri bantah pertemuan dengan Gubernur Papua bermotif politik
  • Jumat, 15 September 2017 — 23:50
  • 1425x views

Mabes Polri bantah pertemuan dengan Gubernur Papua bermotif politik

"Polri dan aparat intelijen yang mempunyai kemampuan untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan dini atas ancaman wajib untuk menjaga Papua tetap aman. Kapolri dan Kepala BIN tentu saja mempunyai kepentingan terkait situasi keamanan Papua," katanya.
Foto pertemuan antara Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala BIN Komjen Pol Budi Gunawan, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Gubernur Papua Lukas Enembe pada 5 September lalu - IST
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jakarta, Jubi - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Rikwanto membenarkan adanya pertemuan antara Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala BIN Komjen Pol Budi Gunawan, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Gubernur Papua Lukas Enembe, menyusul tersebarnya foto pertemuan mereka di internet.

"Sebenarnya itu pertemuan internal, bukan untuk diekspos," kata Rikwanto saat dihubungi, Jumat (15/9/2017) malam.

Kendati demikian, Rikwanto membantah bahwa pertemuan itu membahas sejumlah agenda politik.

"Tentang isi pertemuan yang beredar di medsos, itu hoaks," katanya.

Menurut Rikwanto, sebenarnya pertemuan itu membahas upaya pengamanan Pilkada Serentak 2018 di Papua.

"Itu terkait dengan akan diselenggarakan Pilkada serentak pada 2018, Polri dan BIN memandang perlu dilakukan konsolidasi terutama menyangkut dengan aspek keamanan," kata Rikwanto.

Menurut dia, sebagai salah satu provinsi dengan kondisi geografis dan budaya yang khas, maka antisipasi dan pencegahan konflik Papua perlu dilakukan sejak jauh-jauh hari.

"Polri dan aparat intelijen yang mempunyai kemampuan untuk melakukan deteksi dini dan pencegahan dini atas ancaman wajib untuk menjaga Papua tetap aman. Kapolri dan Kepala BIN tentu saja mempunyai kepentingan terkait situasi keamanan Papua," katanya.

Pasalnya, sejumlah konflik horizontal yang terjadi di Papua pernah terjadi disebabkan oleh adanya pihak-pihak yang tidak puas terhadap pelaksanaan Pilkada 2017 seperti di Lany Jaya, Intan Jaya dan Puncak Jaya. Sementara hadirnya Gubernur Papua Lukas Enembe dan Irjen Pol Paulus Waterpauw dalam pertemuan tersebut dianggapnya penting sebagai strategi pendekatan putra daerah.

"Dengan pendekatan kultural yang mengedepankan putera daerah, maka diharapkan masyarakat Papua dapat menyambut dan melaksanakan Pilkada serentak pada 2018 dengan baik tanpa terjadi konflik apapun," katanya.

Menurut dia, kehadiran Kapolri, Kepala BIN, Lukas Enembe dan Paulus Waterpauw sebagai pejabat negara tidak mempunyai motif politik, namun ini merupakan pertemuan beberapa pihak aparat negara yang bertanggung jawab atas keamanan perlu dilakukan demi terjaminnya keamanan Pilkada 2018 di Papua.

Saat ditanya terkait tidak hadirnya Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar ataupun Wakapolda Papua Brigjen Pol Agus Rianto dalam pertemuan tersebut, pihaknya enggan mengomentari.

"Ini karena hoaksnya beredar, makanya saya klarifikasi. Itu saja cukup," katanya.

Sebelumnya, sebuah foto pertemuan antara Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Kepala BIN Komjen Pol Budi Gunawan, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw dan Gubernur Papua Lukas Enembe, beredar di internet.

Pertemuan itu diduga dilakukan di kediaman Budi Gunawan di Jakarta Selatan pada 5 September 2017.

Lalu beredar di internet bahwa pertemuan tersebut membahas sebuah kesepakatan politik yang disodorkan kepada Lukas Enembe berupa 16 poin kesepakatan mengenai kesetiaan terhadap NKRI, Pancasila dan Kebhinekaan.

Selain itu, poin lainnya Lukas harus menjamin maksimalnya dukungan suara dari wilayah Papua untuk Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019 serta dukungan suara untuk PDIP di Pemilu 2019.

Selain itu Lukas juga diminta berpasangan dengan Paulus Waterpauw dalam Pilkada Papua 2018 mendatang.

Sebagaimana diberitakan,Gubernur Papua Lukas Enembe merupakan saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penggunaan anggaran pendidikan berupa beasiswa untuk mahasiswa Papua tahun anggaran 2016.

Pada 4 September 2017, Lukas diperiksa oleh penyidik Bareskrim sebagai saksi kasus tersebut. (*)

loading...

Sebelumnya

Relawan LE for Papua akan gelar aksi damai

Selanjutnya

Gubernur Enembe tegaskan pertemuannya dengan petinggi Polri bahas banyak hal, termasuk paska Otsus

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe