Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Bijih tembaga dan konsentrat dominasi ekspor Papua
  • Sabtu, 16 September 2017 — 18:04
  • 1187x views

Bijih tembaga dan konsentrat dominasi ekspor Papua

Catatan BPS juga menyebutkan golongan non migas lain justru mengalami penurunan ekspor hingga 82,47 persen
Ilustrasi, aktivitas Ekspor Dari Perlabuhan Jayapura - Dok Jubi
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura,- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua menyebutkan keberadaan bijih tembaga dan konsentrat  mendominasi ekspor Papua selama Agustus 2017. Tercatat, nilai ekspor kedua komoditas tambang itu mencapai US$ 128,35 juta dolar AS.

“Atau sebesar 93,41 persen dari total ekspor Papua. Nilai tersebut meningkat hingga 286,83 persen dibandingkan nilai ekspor bulan sebelumnya,” ujar Kepala BPS Papua, Simon Sapari di Jayapura, Sabtu, (16/9/2017).

Ia menyebutkan  total nilai ekspor Papua pada periode tersebut meningkat dari angka sebelumnya senilai US$ 137,42 juta dolar AS juga mengalami peningkatan hingga 247,04 persen dibanding bulan sebelumnya yang hanya US$ 39,60 juta dolar AS.

Tingginya komoditas bijih tembaga dan konsentrat mengalahkan  komoditi ekspor lain seperti kayu kayu dan barang dari kayu serta jenis komoditas utamanya berupa kayu lapis, dengan nilai ekspor  bertambah menjadi sebesar 8,70 juta dolar AS. “Jenis kayu juga naik dari  US$ 4,35 juta dolar,” kata Simon menambahkan.

Catatan BPS juga menyebutkan golongan non migas lain justru mengalami penurunan ekspor hingga 82,47 persen, sejumlah komoditas itu meliputi cat dan pernis 45,80 persen, rokok 12,22 persen, dan mie instan 2,60 persen.

Sedangkan golongan ikan dan hewan air lainnya pada periode tersebut senilai US$ 128,35 juta dolar AS  berasal dari Amamapare, Kabupaten Mimika.

Menurut Simon, secara kumulatif, total ekspor Papua pada Januari-Agustus 2017 senilai US$ 1.071,92 juta dolar AS “Itu juga mengalami peningkatan sebesar 4,29 persen dibandingkan total ekspor Januari-Agustus 2016 yang senilai US$ 1.027,85 juta dolar AS,” kata Simon menjelaskan .

Keyakinan ekport tinggi sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Papua, Lukas Enembe  yang menyebutkan sejumlah negara tujuan ekspor  seperti Tiongkok dan Jepang sangat membutuhkan komoditi asal Papua.

“Potensi perikanan di wilayah Saireri menjadi salah satu prioritas kami, dan dapat diwujudkan menjadi pusat UMKM industri perikanan,” kata Lukas Enembe, beberapa waktu lalu.

Selain komoditas tambang, ia menyebutkan potensi hasil laut di kawasan Saireri juga layak dikembangkan. Ia menyebutkan  yang harus dikembangkan untuk ekspor jangka panjang adalah rumput laut.

“Selama ini, Provinsi Papua telah tiga kali mengekspor langsung ke Tiongkok, tapi hanya berupa kayu olahan,” kata Lukas.

 

loading...

Sebelumnya

Harga pisang cenderung stabil

Selanjutnya

Perempuan pelaku UKM dibekali pelatihan menejemen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe