Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Ujian akhir PKBM Berbasis Komputer
  • Minggu, 17 September 2017 — 15:50
  • 217x views

Ujian akhir PKBM Berbasis Komputer

Tercatat ujian yang akan digelar pada bulan Oktober 2017 itu diikuti lima PKBM meliputi distrik Depapre, distrik Sentani, kelurahan Dobonsolo, dua dari Sentani Timur dan Dabohaley.
Ilustrasi. Mahasiswa saat lakukan ujian tertulis. Jubi/yance wenda
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani, Jubi - Ujian akhir pada tahun ajaran 2016-2017 yang dilakukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dabohaley, Distrik Sentani Timur, Kampung Nolokla, kabupaten Jayapura,  akan menggunakan komputer.

Tercatat ujian yang akan digelar pada bulan Oktober 2017 itu diikuti lima PKBM meliputi distrik Depapre, distrik Sentani, kelurahan Dobonsolo, dua dari Sentani Timur dan Dabohaley.

“Peserta masing-masing PKBM nanti akan mengikuti ujian berbasis komputer pada bulan Oktorber,” kata Ketua PKBM Dabohaley, Jonathan Ongge, Minggu 17 September 2017.

Ia menyebutkan terdapat satu PKBM dengan jumlah peserta 52 warga belajar. Berkas peserta ujian sudah dikirim ke Provinsi. “Jika disetujui maka mereka layak mengikuti ujian berbasis komputer,” kata Orange menambahkan.

Saat ini PKPM yang ia kelola mendapat bantuan tiga unit komputer dari Coca cola Fondation Indonesia. Bantuan itu sangat membantu meningkatkan proses mengajar warga belajar agar dapat mengikuti ujian lebih baik.

Tiga unit komputer itu  digunakan 52 orang yang belajar selama 40 menit. Tiga komputer untuk belajar untuk 6 orang. Mereka bergantian masing-masing  enam orang, dengan cara tiga orang duduk prkatek, tiga orang berdiri memperhatikan secara bergantian.

Menurut dia, proses latihan sudah  mulai sejak bulan Juli, tujuannya agar warga belajar ini benar-benar paham dan mampu mengunakan komputer dengan baik saat ujian. Ongge mengakui pada awal menggunakan komputer agak berat, namun para peserta mengaku latihan yang dilakukan setiap hari mampu mempercepat kemampuan menggunakan komputer.

Ongge berharap dari tiga unit komputer mampu mencerdaskan masyarakat dalam mempelajari tehknologi digital. Lembaga yang ia kelola itu akan menambah komputer lagi dengan cara mengajukan bantuan ke Bank Papua untuk penambahan di PKBM Dabohaley.

“Untuk tahap pertama bantuan 12 unit dari keseluruhan bantuan 20 unit, dengan bantuan kami harap peserta  yang berdiri semua duduk menggunakan komputer,” kata Ongge menjelaskan.

Bantuan untuk program PKBM juga dilakukan pada tahun 2015. Tercatat sebanyak 40 tenaga pengajar yang terlibat dalam Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di tiap distrik di wilayah Kabupaten Jayapura, Papua diberi keterampilan khusus untuk menjadi tutor buta aksara.

Pelatihan itu digelar Bagian Pendidikan Luar Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura dan berlangsung pada 14 Desember sampai 18 Desember 2015.

“Empat puluh tenaga tutor ini kami ambil dari setiap PKBM di setiap distrik yang sudah terbentuk sejak lama. Tugas mereka adalah mendidik warga mereka yang masih buta aksara,” kata Ketua Panitia Pelaksana bantuan, Pugu Yosudarso kala itu.

Para tutor diberi keterampilan khusus untuk dikembalikan ke PKBM di tiap distrik. “Diharapkan para tutor dapat menerapkannya di tempat masing-masing. Jadi, dalam penerapannya kepada warga belajarnya sudah tentu tidak akan sama,” kata Pugu menjelaskan.

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Terapkan K 13, sekolah dasar Kabupaten Jayapura masih punya hambatan

Selanjutnya

Pembagian dana bantuan pendidikan tak boleh sembarangan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe