close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Tokoh masyarakat: Daerah ini harus bebas dari minuman beralkohol
  • Minggu, 17 September 2017 — 15:58
  • 612x views

Tokoh masyarakat: Daerah ini harus bebas dari minuman beralkohol

Serah terima minuman beralkohol satu kontainer yang dikembalikan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura dari Kantor Bupati di Gunung Merah menuju dermaga Jayapura - Jubi/ Engel Wally 
Engelbert Wally
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani, Jubi – Sejumlah tokoh masyarakat (tomas) di Kabupaten Jayapura minta agar tidak ada lagi penjualan dan peredaran minuman beralkohol (minol) di daerah tersebut yang sangat meresahkan masyarakat.

Pernyataan tersebut menyusul dikirimnya kembali satu kontainer berisikan ribuan botol minuman beralkohol (minol) ke tempat asalnya oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura beberapa waktu lalu dengan menggunakan jasa kapal laut dari pelabuhan Jayapura menuju pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya.

Origenes Kaway, Ondofolo Kampung Bambar, mengatakan akibat minol banyak orang takut keluar rumah di waktu-waktu tertentu karena banyak orang yang dipengaruhi minol berulah yang sangat meresahkan warga dan lingkungan masyarakat.

"Dulu untuk keluar malam kita tidak begitu takut. Sekarang ini kondisinya berubah. Banyak orang mabuk di malam hari dan selalu mengganggu. Bukan karena kita takut sama orangnya tetapi pengaruh minol jelas berdampak untuk setiap orang melakukan apa saja termasuk orang yang sadar kalau sudah tidak tahan emosinya bisa berdampak buruk," jelas Origenes, saat dihubungi Jubi, di Sentani, Minggu (17/9/2017).

Dijelaskan, minol ini sudah didoakan oleh seluruh hamba Tuhan sebagai barang yang dikutuk, sehingga setiap orang yang menggunakan atau dipengaruh minol sama saja sudah dikutuk.

“Oleh sebab itu, kami berharap kepada Pemerintah setempat untuk tidak lagi mengeluarkan surat izin terkait peredaran atau menyimpan barang yang sudah diharamkan ini. Sebagai masyarakat kita harus sepakat untuk memerangi hal-hal dan pengaruh buruk yang masuk di daerah ini, baik minol, narkoba, dan lain sebagainya. Belum lagi yang terbaru narkoba jenis flaka yang kabarnya sudah sampai di Jayapura," ungkapnya.

Ted Suebu, tokoh pemuda Sentani, mengatakan perhatian orang tua terhadap aktivitas anak-anaknya menjadi hal yang serius diperhatikan.

"Kontrol utama di rumah adalah orang tua. Tanpa pengawasan yang kuat dari orang tua juga jelas berdampak kepada anak-anaknya. Minol dan narkoba, dewasa ini berkembang dan paling populer di kalangan anak-anak usia sekolah. Tanpa pengawasan yang ketat maka bencana akan menimpa mereka," ujarnya.(*)

 

loading...

Sebelumnya

Menjelang PON XX tempat wisata harus diperhatikan 

Selanjutnya

Kabupaten Jayapura punya lembaga pemberdayaan masyarakat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4939x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4301x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 3751x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2520x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2458x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe