Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Korban penembakan Deiyai Berdarah dirujuk ke Makassar
  • Minggu, 17 September 2017 — 17:41
  • 535x views

Korban penembakan Deiyai Berdarah dirujuk ke Makassar

Derianus Pekei merupakan satu di antara korban hidup dalam tragadi Deiyai Berdarah 1 Agusus 2017 lalu.
Frits Ramandey, Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua saat memperlihatkan luka tembakan dari korban hidup di kampung Oneibo sebelum olah TKP – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Seorang korban dalam insiden penembakan Deiyai Berdarah, bernama Derianus Pekei dirujuk ke Rumah Sakit Wahiddin, Makassar untuk mendapat tindakan medis lebih lanjut. Derianus Pekei merupakan satu di antara korban hidup dalam tragadi Deiyai Berdarah 1 Agusus 2017 lalu.

“Setelah mendapatkan pemeriksaan medis oleh tim dokter di RSUD Jayapura, kami memutuskan merujuk agar dapat penanganan gabungan beberapa dokter spesialis,” kata Wakil Direktur RSUD Jayapura, dr. Anton Mote, Minggu, (17/9/2017).

Derianus Pekei dirujuk ke RS Wahiddin Makassar pada Sabtu (16/9/2017). Karena RSUD Jayapura  belum punya dokter spesialis. Anton menyebutkan, proses operasi  untuk  Derianus membutuhkan dokter spesialis.

Menurut Anton, RSUD Jayapura sebenarnya bisa mendatangkan dokter spesialis dari RSUD yang telah bekerjasama seperti RS Adhi Sucipito Yogyakarta, namun karena Emeray sebagai alat untuk operasi  sedang rusak, sehingga tidak bisa lakukan di RSUD Jayapura.

“Dirujuk ke Makassar dengan harapan bisa melakukan penanganan yang baik,” kata Anton menjelaskan.

Anton menyebutkan saat tiba di Makasar Derianus langsung melakukan foto tulang dan tindakan medis  lainnya, ia memastikan saat ini tim dokter masih koordinasi. “Yang jelas dia (Derianus) akan ditangani langsung oleh dokter spesialis tulang belakang,” katanya..

Sementara itu Dokter Spesialis ortopedi,  Yohanes Asamsium, mengatakan hingga hari ini belum bisa mengangkat serpihan peluru yang mengenai tulang belakang korban. “Syarat dari operasi itu, kondisi pasien harus maksimal,” kata Yohanes.

Maksimal yang ia maksud diukur dari fungsi paru, hati, ginjal dan otak.

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Deerd Tabuni: Tidak ada salahnya KAPP ingin tiga persen dana Otsus

Selanjutnya

Relawan LE for Provinsi Papua jamin aksi damai berlangsung aman

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe