Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Target 10 besar Papua di Popnas hanya mimpi
  • Senin, 18 September 2017 — 08:03
  • 729x views

Target 10 besar Papua di Popnas hanya mimpi

“Harapan kita buat rebut emas sudah sulit. Sepak bola menjadi tumpuan kita buat membayar semua kegagalan yang terjadi,” ujarnya.
Atlet pelajar lompat jauh asal Papua gagal sumbang medali dan kalah bersaing dari provinsi lain pada ajang Popnas XIV/2017. Atletik hanya mampu sumbang 1 medali perunggu - Jean Bisay
Jean Bisay
jean@tabloidjubi.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Semarang, Jubi - Tekad Papua masuk 10 besar pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV/2017 di Semarang, Jawa Tengah, mustahil dan hanya mimpi.

Dari 18 cabang olahraga yang diikuti Papua, hingga hari kelima satu per satu, sudah tumbang. Cabor atletik dan dayung yang dipatok bisa menyumbang medali terbanyak, malah kecolongan.

Atletik hanya mampu rebut 1 medali perungu. Dayung lebih hancur, tak ada satu pun medali diraih. Atlet atletik Papua proyeksi ke PON 2020 tak berdaya melawan ganasnya pelari-pelari dari Jawa Timur, DKI Jakarta, NTB, Jawa Barat dan Jawa Tengah di atas lintasan lari stadion Kendal Semarang.

Cabor atletik yang berakhir, Sabtu (16/9) DKI Jakarta keluar sebagai juara dengan 9 emas, 2 perak dan 2 perunggu, Jatim 6 emas, 1 perak dan 4 perunggu, Jawa Barat dengan 3 emas, 4 perak, 4 perunggu dan tuan rumah Jawa Tengah 2 emas, 6 perak dan 3 perunggu, NTB 2 emas, 2 perak, Bangka Belitung 2 emas, 1 perak, 1 perunggu, Lampung 2 emas, 1 perak, 1 perunggu.

Sementara NTB, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Maluku mendapat 1 medali emas. Papua yang dijuluki gudang atlet hanya mampu rebut 1 medali perunggu.

Dari cabang olahraga tinju. Sembilan atlet yang ikut Popnas, enam atlet tumbang dan tersisa tiga petinju lagi yang berpeluangrebut  emas. Mereka adalah Agustinus Logo, Yaya Dom dan Imanuel Saway. Agustitus Logo melaju ke semifinal dan bertemu petinju, Nusa Tenggara Timur.

Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Yusuf Yambe Yabdi mengaku, prestasi Papua sangat merosot. Artinya ada yang salah dalam pola pembinaan selama ini.

"Lumbung medali emas Papaua adalah dayung dan atletik, tapi terbukti gagal merebut medali,” kata Yusuf yang juga Sekum KONI Papua.

Karena itu, untuk meraih prestasi pada PON 2020, ia meminta pengurus cabor segera lakukan evaluasi,, sehingga prestasinya meningkat pada pelaksanaan PON di Papua

Yusuf mengatakan untuk membentuk atlet berprestasi memang dibutuhkan beberapa hal, antara lain sarana dan prasarana, volume latihan, pelatih yang berkualitas, jam terbang, dan program pengurus yang lebih fokus.

Nico Dimo, anggota Binpres KONI Papua berharap cabor yang masih berpeluang rebut medali, harus bisa berjuang maksimal.

“Harapan kita buat rebut emas sudah sulit. Sepak bola menjadi tumpuan kita buat membayar semua kegagalan yang terjadi,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

PS Lamaholot I ‘cukur’ Sikka FC II 4-0 di turnamen Flobamora Cup II

Selanjutnya

Cabor gagal raih medali langsung angkat koper

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe