Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Pelantikan kepala UPT-BPNB Papua diwarnai pemalangan jalan
  • Senin, 18 September 2017 — 15:25
  • 1108x views

Pelantikan kepala UPT-BPNB Papua diwarnai pemalangan jalan

Pelantikan Kepala UPT Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Papua, di Waena Kota Jayapura, diwarnai pemalangan jalan masuk ke kantor tersebut oleh masyarakat yang menamakan diri Komunitas Budaya Papua, yang terdiri dari sejumlah sanggar seni dan komunitas adat.
Sekjen Direktorat Kebudayaan RI, Nono Adya Supriyatno, mendengarkan tanggapan masyarakat sebelum membuka palang di Waena Kampung, Senin (18/9/2017) – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Pelantikan Kepala UPT Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Papua, di Waena Kota Jayapura, diwarnai pemalangan jalan masuk ke kantor tersebut oleh masyarakat yang menamakan diri Komunitas Budaya Papua, yang terdiri dari sejumlah sanggar seni dan komunitas adat.

Pemalangan itu awalnya dilakukan karena kepala UPT-BPNB yang akan dilantik bukan orang asli Papua, yang diketahui bernama Desy Polla Usmani. Sehingga, masyarakat minta seriusi atas amanat UU Nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) yang mengisyaratkan bahwa orang asli Papua harus diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menduduki jabatan-jabatan penting pada instansi pemerintah, baik provinsi, kabupaten/kota, maupun instansi vertikal yang berada di atas tanah Papua.

“Kami menolak dengan tegas Desy Polla Usmani karena bukan orang asli Papua,” kata kordinator aksi, Matheus Keceway, di Waena kampung, Senin (18/9/2017).

Karena, kata dia, yang bersangkutan secara adminstrasi, pangkat dan golongannya belum memenuhi syarat sebagai kepala UPT-BPNB.

“Kami menolak dengan tegas Desy Polla Usmani sebagai Kepala UPT- BPNB Provinsi Papua dan Papua Barat,” ungkapnya.

Iaminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI segera mencabut SK pemindahan, SK pelantikan, dan SK penyerahan jabatan dari Apolos Marisan kepada Desy Polla Usmani dan segera kembalikan Apolos Marisan sebagai kepala BPNB Papua.

“Jika permintaan kami ini tidak dilaksanakan, kami akan terus duduki kantor UPT-BPNB sampai ada keputusan dari Kemendikbud tentang tuntutan kami ini,” katanya.

Usai pelantikan, Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Nono Adya Supriyanto, kepada Jubi mengatakan Desy Polla Usmani belum memenuhi kriteria, maka ia dilantik sebagai kepala UPT sementara.

“Nanti penetapan kepala definitif kami akan evaluasi per satu semester. Kalau bagus nanti kami akan pertimbangkan. Kalau belum memenuhi, harus dicari yang paling tepat. Karena figur yang harus memimpin BPNB itu bukan main-main, Pak Apolos Marisan itu bukan main. Sudah beberapa tahun dia telah memimpin disini,” ungkap Nono.

Diharapkan, harus ada dorongan dari semua komponen. Karena BPNB tempat yang menyimpan nilai-nilai budaya Papua.

“Masyarakat bagus mengingatkan kepada kami, bahwa kalau bisa harus tempatkan orang yang tahu tentang nilai-nilai dan karakter kebudayaan di Papua yang harus ditempatkan. Karena sekarang kita harus realistis,” ujarnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

KIPRA tetap fokus program kemasyarakatan dan lingkungan

Selanjutnya

Pendeta Yusma Kogoya pimpin Klasis Port Numbay

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe