Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Harga sayur di ‘pasar rakyat’ Waena Expo stabil
  • Senin, 18 September 2017 — 15:44
  • 714x views

Harga sayur di ‘pasar rakyat’ Waena Expo stabil

Harga sayur mayur di ‘pasar rakyat’ atau ‘pasar kaget’ Waena Expo, Kota Jayapura, rata-rata stabil.  Harga bayam dan sawi yang sebelumnya mengalami kenaikan cukup tinggi sekarang kembali normal Rp 5 ribu per ikat.  Sayur kangkung  Rp 10 ribu per ikat, daun petatas Rp 10 ribu per ikat, daun pepaya Rp 5 ribu per ikat, dan daun singkong Rp 10 ribu per ikat.
Mama-mama Papua berjualan beralas tikar di pasar rakyat Expo, Waena, Kota Jayapura – Jubi/Abeth You
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Harga sayur mayur di ‘pasar rakyat’ atau ‘pasar kaget’ Waena Expo, Kota Jayapura, rata-rata stabil.  Harga bayam dan sawi yang sebelumnya mengalami kenaikan cukup tinggi sekarang kembali normal Rp 5 ribu per ikat.  Sayur kangkung  Rp 10 ribu per ikat, daun petatas Rp 10 ribu per ikat, daun pepaya Rp 5 ribu per ikat, dan daun singkong Rp 10 ribu per ikat.

Mama Yoaice (33), seorang pedangan bumbu dapur, mengatakan stabilnya harga sayur karena daerah sentra sayur-mayur banyak yang panen. Di samping itu karena cukup bagus sehingga berdampak pada suburnya tanaman sayur-mayur.

 “Tidak ada yang mahal. Semua normal (stabil-Red). Memang kita ini jual untuk orang Papua yang konsumsi. Jadi kita tahu bagaimana penempatan harga,” katanya kepada Jubi di Waena Expo, Senin (18/9/2017).

Ia mengatakan komoditi sayur mayur cukup besar sebagaian untuk kebutuhan konsumsi masyarakat selebihnya untuk bahan baku industri dan untuk dijual ke daerah lain seperti pasar Pharaa Sentani.

Pedagang lainnya, mama Rosa (43), mengatakan untuk jenis sayur lainnya ada beberapa yang mengalami kenaikan, namun porsi kenaikannya tak terlalu signifikan.

"Yang sekarang naik hanya kacang panjang dan buncis. Itu harganya sebelumnya Rp 15 ribu per kg, sekarang jadi Rp 30 ribu per kg,” katanya.

Dia memaparkan mahalnya dua jenis sayur itu lantaran tidak panen serta peminatnya cukup tinggi.

“Mahal karena mungkin tidak panen. Pembeli juga banyak. Barang tidak ada, permintaan banyak, makanya harganya mahal," ungkapnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Informasi statistik Papua bisa dinikmati dari android

Selanjutnya

Pagu kas titipan BI di Nabire Rp 125 miliar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe