Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Pembagian dana bantuan pendidikan tak boleh sembarangan
  • Senin, 18 September 2017 — 15:48
  • 718x views

Pembagian dana bantuan pendidikan tak boleh sembarangan

Pemberian  dana bantuan pendidikan bagi putra putri asal daerah itu tidak bisa dilakukan tanpa mengacu aturan yang telah ditetapkan.
Suasana pertemuan mahasiswa dan pihak dinas Pendidikan di Aula lantai II Kantor Bupati Jayapura. Jubi / Engel Wally
Engelbert Wally
Editor : Edi Faisol
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Sentani, Jubi - Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura,  Alpius Toam, menegaskan pembagian dana bantuan pendidikan tak bisa dilakukan sembarangan. Pemberian  dana bantuan pendidikan bagi putra putri asal daerah itu tidak bisa dilakukan tanpa mengacu aturan yang telah ditetapkan.

“Di antara aturan yang ditetapkan itu ketika mahasiswa mendapat dana bantuan pendidikan di masing-masing kampung, maka yang bersangkutan tidak akan mendapat lagi ditingkat kabupaten,” kata Alpius Toam, Senin 18/9/2017.

Selain itu Alpius menjelaskan, dana bantuan yang diberikan juga harus tepat sasaran, yakni mahasiswa yang benar- benar statusnya sedang aktif kuliah. “Itu dibuktikan dengan surat keterangan dari perguruan tinggi tempat mahasiswa kuliah,” kata Alpius menjelaskan.

Alphius sengaja menggelar pertemuan bersama dengan puluhan mahasiswa yang mewakili  asal tempat belajar, sejak dua pekan lalu. Pertemuan itu sengaja dilakukan karena mahasiswa menagih dana bantuan pendidikan.

Ia mengaku saat ini ia tak memegang data mahasiswa Jayapura yang telah kuliah di luar daerah. Padahal data seharusnya diserahkan oleh masing-masing ikatan pelajar yang sedang  menempuh pendidikan di luar daerah.

“Sama sekali tidak saya pegang atau diberikan kepada dinas sebagai pedoman pemberian dana bantuan pendidikan tahun 2017 ini,” katanya.

Hal itu membuat dia bingung memastikan apakah mahasiswa benar-benar aktif kuliah atau tidak.

Mais Mikhael Yaroserai, salah satu mahasiswa S3, penerima dana bantuan pendidikan, menyatakan seharusnya dinas pendidikan mempunyai data yang akurat  terhadap  jumlah mahasiswa yang hendak diberi bantuan.

“Harus ada data yang akurat terhadap jumlah mahasiswa yang berada pada studi akhir dan juga Study berjalan,” kata Mais.

Akurasi data itu penting dalam pemberian dana bantuan pendidikan, selain itu agar tidak tumpang tindih bahkan menjadi masalah karena mahasiswa harus berdatangan untuk menuntut apa yang sudah dijanjikan. “Artinya dinas juga harus tegas, kalau tahun lalu sudah mendapat bantuan maka tahun ini tidak lagi diberikan," katanya.

loading...

Sebelumnya

Ujian akhir PKBM Berbasis Komputer

Selanjutnya

Penyakit tidak menular masih menjadi ancaman di Nabire

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe