Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jawa
  3. Kivlan Zen di balik pengepungan LBH Jakarta?
  • Senin, 18 September 2017 — 18:57
  • 1126x views

Kivlan Zen di balik pengepungan LBH Jakarta?

Kalau itu dibiarkan tiap tahun, tidak baik untuk bangsa,
Mayjen TNI (purn) Kivlan Zen. CNN Indonesia/Jubi
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Jakarta, Jubi - Ketua Advokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Muhammad Isnur menyebut dua nama yang diduga menjadi dalang dalam pengepungan dan pengrusakan Gedung LBH Jakarta, Senin dini hari ( 18/09/2017).

Anggota Presidium 313, Rahmat Himran dan Kivlan Zen disebut Isnur sebagai dalang dibalik penyerangan tersebut.

"Kami tulis dua nama, pertama itu Kivlan Zen dan yang kedua adalah Rahmat Himran yang merupakan anggota Presidium 313," kata Isnur si Gedung Komnas Perempuan, Jakarta, Senin (18/9).

Isnur mengatakan dugaan pihaknya lantaran kedua nama itu paling sering menyebarkan informasi hoax dan fitnah terkait acara yang akan diselenggarakan di LBH.

Untuk membuktikan dugaan itu, Isnur mengatakan aparat penegak hukum bisa memeriksa history dalam smartphone atau media sosial mereka berdua. Sebab keduanya dikatakan Isnur sangat rajin mengunggah informasi dan propaganda tak berdasar tersebut.

"Silakan dicek handphone atau media sosial mereka. Pasti masih ada, itu saya yakin benar masih ada," kata Isnur.

Kivlan Zen adalah seorang purnawirawan TNI berpangkat mayor jenderal yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkat Darat.

Dia sempat terlibat dalam rangkaian aksi massa menuntut Basuki Tjahaja Purnama dipenjara dalam kasus penistaan agama.

Pada Desember 2016, Kivlan ditangkap polisi atas dugaan makar.

Sosoknya memang dikenal lantang menolak setiap kegiatan berbau komunisme atau pengungkapan sejarah peristiwa 1965.

Lebih lanjut, Isnur mengatakan ada banyak anggota FPI dalam aksi pengepungan dini hari tadi. Mereka memaksa masuk dan turut melempari kantor LBH Jakarta dengan batu.

Terkait keterlibatan FPI dan kedua nama yang disebutkan tadi, anggota Komunitas Gusdurian, Savic Ali pun membenarkan.

"Bukan menyalahkan satu golongan tapi memang itu kenyataan di lapangan," kata Savic.

Sementara Kivlan membantah jadi dalang pengerahan massa di LBH tadi malam.

"Bukan saya yang mengerahkan, tapi kalau (massa) terinspirasi oleh pemikiran saya, tidak ada salahnya," kata Kivlan kepada CNNIndonesia.com.

Sementara itu, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Sidarto Danusubroto menyarankan pemerintah untuk tidak membiarkan kegaduhan yang berkaitan dengan peristiwa 1965 yang terjadi setiap tahun. Menurut dia, masalah ini perlu segera ditangani.

"Kalau itu dibiarkan tiap tahun, tidak baik untuk bangsa," ujar Sidarto.

Lagipula, kata ia, kegaduhan yang terjadi tiap tahun bisa mengganggu rencana pemerintah membangun perekonomian Indonesia, mengurangi kemiskinan, dan sebagainya. "Please, sekarang kita konsentrasi pada pembangunan ekonomi kesejahteraan, sosial. Itu prioritas." kata Sidarto. (*)

Sumber: CNN Indonesia/ Tempo.co
 


 

 


 


 


 

#

Sebelumnya

Julius: DPT pilkada Intan Jaya akan pengaruhi pilgub dan pemilu

Selanjutnya

Pendeta Dani Mitha: saya tidak pernah mengerahkan massa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe