Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Di Jayawijaya, sejumlah kebutuhan pokok mulai langka
  • Selasa, 19 September 2017 — 12:51
  • 587x views

Di Jayawijaya, sejumlah kebutuhan pokok mulai langka

Kebutuhan pokok seperti gula dan tepung yang dijual di pasaran di Kabupaten Jayawijaya mulai berkurang jumlahnya. Jika  kondisi ini tidak ditangani segera maka pada Oktober dan November komoditas ini akan lebih sulit didapatkan dibanding sekarang.
Berbagai bahan kebutuhan pokok yang mulai langka di Wamena - Jubi
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi - Kebutuhan pokok seperti gula dan tepung yang dijual di pasaran di Kabupaten Jayawijaya mulai berkurang jumlahnya. Jika  kondisi ini tidak ditangani segera maka pada Oktober dan November komoditas ini akan lebih sulit didapatkan dibanding sekarang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerindag) Jayawijaya, Semuel Munua, di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Selasa (19/9/2017), mengatakan kelangkaan itu disebabkan karena keterbatasan armada pengangkut dari luar ke Jayawijaya.

"Berdasarkan laporan dari pedagang, yang sekarang sudah kurang itu gula, tepung terigu, mie instan, termasuk semen. Pedagang juga mengatakan bahwa dua minggu lalu mie instan sudah kurang dan hari ini mie sudah tidak ada," kata Semuel Munua.

Untuk mengantisipasi agar kebutuhan masyarakat tidak kosong menjelang hari raya Natal pada Desember mendatang, telah dilakukan pertemun dengan berbagai pihak untuk membahas persoalan tersebut.

"Kalau satu bulan ke depan kita tidak tangani maka Oktober diperkirakan barang-barang itu sudah langka. Karena pada bulan-bulan itu kebutuhan penyelesaian proyek-proyek bangunan meningkat, dan juga masyarakat sudah mulai belanja untuk persiapan Natal. Perayaan Natal memang tanggal 25 Desember tetapi orang belanja pada bulan November. Maka saya cepat buat rapat dengan pedagang tentang masalah yang mereka hadapi dan semua mengatakan persoalannya hanya satu yaitu satu pesawat sudah terbatas," kata Semuel Munua.

Selain empat komoditas di atas, bahan bakar minyak (BBM) jenis premium juga mengalami kelangkaan dan mengakibatkan harga per liter di tingkat pengecer dinaikkan hingga mencapai Rp15 ribu hingga Rp 20 ribu/liter. Bahkan pada Selasa pagi sudah mencapai Rp 25 ribu/liter.

Persoalan kenaikan harga premium di tingkat pengecer ini sudah dibicarakan juga antara permerintah kabupaten dengan pengusaha atau agen premium dan minyak solar (APMS) dan dari hasil pertemuan disebutkan bahwa faktor penyebab terjadinya kenaikan harga adalah masalah transportasi atau penerbangan.

"Harga yang tidak wajar Rp 15 ribu dampai Rp 20 ribu ini terjadi karena kondisi kekurangan pasokan. Artinya seperti yang tadi saya jelaskan, misalnya di APMS Lasminingsih (salah satu dari tiga APMS) mestinya periode tanggal 1-17 harus 1.020 drum, tetapi realisasi itu 637 drum, jadi masih belum terangkut itu 383 drum. Jadi istilahnya kita perlu 100 tetapi diangkut cuma 600-700," katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pagu kas titipan BI di Nabire Rp 125 miliar

Selanjutnya

Garuda Travel Fair II targetkan transaksi hingga Rp 8,5 Miliar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe