Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Pemkot Jayapura gelar pertemuan bahas peredaran PCC
  • Selasa, 19 September 2017 — 12:59
  • 486x views

Pemkot Jayapura gelar pertemuan bahas peredaran PCC

Mengantisipasi maraknya peredaran Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) di Kota Jayapura, Pemerintah Kota Jayapura akan menggelar pertemuan dengan pihak kepolisian, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.
Pil PCC yang mulai marak peredarannya di Kota Jayapura - IST
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Mengantisipasi maraknya peredaran Paracetamol Cafein Carisoprodol (PCC) di Kota Jayapura, Pemerintah Kota Jayapura akan menggelar pertemuan dengan pihak kepolisian, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, kepada  Jubi, di ruang kerjanya, Senin (18/9/2017).

Rustan Saru mengatakan beredarnya PCC ini persoalan baru yang  dialami masyarakat kota Jayapura. Itu pun setelah diungkapkan oleh pihak kepolisian terkait ditemukannya PCC. Pil tersebut ternyata obat yang sudah kadarluarsa. Penyalahgunaan PCC dapat mengganggu fungsi otak dan berujung pada kematian.

Rustan Saru minta terutama Kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk secepatnya memberikan himbauan ke sekolah-sekolah di Kota Jayapura untuk mencegah dan mensosialisasikan kepada anak didik terkait peredaran obat PCC.

“Sekolah-sekolah di Kota Jayapura agar dapat memberikan sosialisasi untuk menghindarkan diri dari hal-hal negatif. Ini penting sekali untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi untuk mewaspadai oknum-oknum tertentu yang menawarkan secara gratis obat tersebut,” katanya.

Rustan Saru juga berpesan kepada orang tua agar mengontrol anak-anaknya. Jangan sampai anak-anak membeli PCC karena penyalahgunaan PCC bisa menghancurkan masa depan generasi emas ini.

Wakil Wali Kota juga minta Dinas Kesehatan Kota Jayapura agar proaktif berkoordinasi dengan BPOM Kota Jayapura dan Provinsi Papua untuk membentuk tim.

Lanjut Rustam, antisipasi kerjasama semua pihak memberikan informasi kepada aparat agar pihak kepolisian turun tangan mencegah peredaran PCC ini. Sementara untuk pihak kepolisian agar terus memantau peredaran PCC.

“Setelah rapat kami akan turun bersama untuk mengecek ke apotik dan toko obat termasuk supermarket penyalur obat di kota Jayapura,” kata Rustam Saru.

“Hingga saat ini pemerintah kota Jayapura belum tahu karena belum mendapatkan laporan walau pun aparat kepolisian sudah menemukan. Ini satu langkah positif yang dilakukan. Barang ini masuk harus kita jaga sosialisasi sekaligus sidak,” katanya menambahkan.

Warga Entrop, Rahmadi, mengatakan sebelum obat ini beredar harus dibendung dan diantisipasi melalui sidak, sosialisasi, maupun pemberitaan dalam media massa. Peran pemerintah sangat penting untuk menyikapi kondisi ini.

Dikatakannya, dirinya sudah mendegar peredaran obat  tetapi belum melihat secara fisik, hanya beredar di sosial media dan koran.

“Sebagai orang tua saya selalu memberitahukan kepada anak-anak saya agar tidak terjerumus mengkonsumsi miras dan penyalahgunaan narkoba. Apalagi obat PCC ini, jangan mereka mengkonsumsi karena hidup ke depan tidak baik nanti,” katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Pendeta Yusma Kogoya pimpin Klasis Port Numbay

Selanjutnya

Pembenahan fasilitas pasar Entrop menjadi prioritas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe