Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Seni & Budaya
  3. Melukis di tembok cara Yanto menyampaikan ekspresi
  • Selasa, 19 September 2017 — 15:13
  • 1414x views

Melukis di tembok cara Yanto menyampaikan ekspresi

Mahasiswa Institus Seni dan Budaya Indonesia itu tak memungkiri aksi melukis itu tidak independen.
Yanto Gombo sedang melukis, jubi, Benny Mawel.
Benny Mawel
frans@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi – Seniman muda Papua, asal wilayah Lapago, Yanto Gombo mengepresikan sikapnya dengan cara melukis di sebuah tembok. Aksi melukis Yanto itu dilakukan sebagai dukungan moral terhadap Gubernur Lukas Enembe (LE) yang saat ini menjadi tersangka dalam kasus dugaan pidana Pilkada PSU Tolikara beberapa waktu lalu.

“Orang lain mendukung dengan demo. Saya mau mendukung dengan melukis,” kata Yanto Gombo, saat melukis  wajah gubernur Lukas  pada sebuah tembok di Kios Putaran Taxi Waena, Kota Jayapura, kepada Jubi, Selasa, (19/09/2017).

Mahasiswa Institus Seni dan Budaya Indonesia itu tak memungkiri aksi melukis itu tidak independen. Karya lukis yang ia buat sengaja dilakukan tak jauh dari masa aksi relawan Lukas Enembe yang hendak demo ke kantor Gubernur Papua. 

Lukisan yang ia buat itu mengambarkan Lukas Enembe berdiri memandang jauh, mengenakan jas hitam, berhiaskan kepala ala Papua dan kapak batu di bahunya. Ia sengaja melukis gubernur Papua dengan artibut berpadu tradisional sebagai media menyampaikan pesan singkat bahwa obyek yang ia lukis pemimpin rakyat Papua.

“Saya hanya tahu dia itu pemimpin Papua. Dia itu simbol wibawa orang Papua yang ada saat ini,” katanya.

Menurut dia, aksi  yang dilakukan dengan mengepresikan karya seni itu bukan sebagai perlindungan LE dari Jeratan kasus pidana, atau mendukung dia menjadi gubernur pada 2019 nanti. Hal itu ia sampaikan  saat ditanya soal kebenaran keterlibatan Lukas.

“Ini hanya suara hati berbisik LE orang jujur dan berani bertarung melawan kekuatan Jakarta,” katanya.

Yanto sengaja memilih melukis dengan pertimbangan karya seni yang ia ciptakan itu bisa bertahan lama, sejauh orang tidak hapus. Karyanya juga akan mengingatkan orang tentang sejarah dan rakyat Papua.

“Kalau lukisan ini bisa mengingatkan orang nanti, gubernur Papua itu (LE) pernah begini dan begitu,” katanya.

Yulianus Mabel, seorang warga yang menyaksikan aksi seniman itu menyatakan tertarik dan kagum dengan aksi Yanto. Menurut dia, ekpresi  seni bisa disalurkan lewat apa saja. “Baik seni lukis, musik dan apa pun itu namanya harus beraksi,” katanya.

Sebelumnya

Di Jayawijaya, sejumlah kebutuhan pokok mulai langka

Selanjutnya

Garuda Travel Fair II targetkan transaksi hingga Rp 8,5 Miliar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe