Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bali & Nusa Tenggara
  3. Petani NTT kerap terjebak hujan tipuan
  • Selasa, 19 September 2017 — 16:24
  • 1361x views

Petani NTT kerap terjebak hujan tipuan

Salah satu bentuk gangguan iklim yang membuat petani di NTT sering tertipu hujan tipuan
Ilustrasi. Bisnis.com/Jubi
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Papua No. 1 News Portal I Jubi

Kupang, Jubi - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kupang, Apolinaris Geru mengatakan, para petani di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sering terjebak hujan tipuan.

"Salah satu bentuk gangguan iklim yang membuat petani di NTT sering tertipu adalah 'false rain atau tricky rain' atau yang disebut hujan tipuan,”

Hujan tipuan atau false rain/tricky rain adalah hujan yang terjadi pada saat awal masuk musim hujan tapi secara kategori klimatologis akumulasi hujan selama satu dasarian (10 hari) belum mencapai 50 milimeter atau lebih.

Setelah terjadi hujan 3-4 hari petani mengambil keputusan untuk menanam karena dirasakan musim hujan telah tiba. Namun setelah itu tidak terjadi hujan lagi selama dua minggu sampai tiga minggu (long dry spell).

Akibatnya petani mengalami gagal tanam karena tanaman menjadi layu dan merana bahkan mati kekeringan karena tidak ada air (hujan), katanya menjelaskan.

"Salah satu bentuk gangguan iklim adalah hujan tipuan, membuat petani sering tertipu. Hujan dua atau tiga hari cukup tinggi, petani colok tanah sudah basah langsung tanam, setelah itu tidak ada hujan lagi," katanya.

Bentuk gangguan iklim lain adalah periode kering selama musim hujan atau 'long dry spell'.

"Ada juga periode hari kering yang panjang selama musim hujan. Artinya dalam kurun waktu periode musim hujan itu terjadi hari kering atau hari tidak ada hujan," katanya menambahkan.

Karena itu, dia menghimbau kepada para petani khusus untuk daerah-daerah seperti Kupang dan pulau Timor serta sebagian Pulau Flores agar pada bulan Oktober misalnya ada hujan sebaiknya bersabar dulu atau jangan dulu menanam.

Hujan kata dia, biasanya mulai normal dan sudah jauh lebih merata baru terjadi pada akhir November sampai awal dan pertengahan Desember.(*)

 

loading...

#

Sebelumnya

Tingkat konsumsi makan ikan warga NTB rendah

Selanjutnya

Bersiap menghadapi letusan Gunung Agung

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe