Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Papua mengamuk di taekwondo
  • Rabu, 20 September 2017 — 06:54
  • 1511x views

Papua mengamuk di taekwondo

"Banyak keputusan wasit yang tidak sesuai fakta. Atlet Papua banyak dirugikan. Inilah resiko cabang tidak terukur," sambung Carol Renwarin.
Pertandingan antara taekwondoin putri Papua, Robeka melawan atlet taekwondo Sumut – Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
Editor :
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Semarang, Jubi - Kontingen Papua mengamuk dan sempat banting kursi di arena pertandingan taekwondo Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS).

Aksi protes kontingen Papua di salah satu cabang bela diri yang digelar di kompleks UTC, Kota Semarang itu sempat menarik perhatian seluruh peserta.

Protes Papua berawal dari salah taekwondoin putri yang turun di kelas 45 atas nama Robeka yang berhadapan lawan taekwondoin Sumatera Utara.

Babak pertama hingga kedua, Papua unggul dalam perolehan poin. Bahkan sampai pertengahan babak ketiga angka Papua 30 berbanding 18 Sumut.

Ironisnya wasit banyak lakukan penalti atau menghukum atlet Papua tanpa alasan yang jelas.

Puncaknya saat atlet Sumut mendorong atlet Papua jatuh di luar matras, justru poin Papua dikurangi.

Setelah itu wasit langsung memberikan kemenangan bagi atlet Sumatera Utara. Spontan membuat kontingen Papua, mempertanyakan hasil yang dinilai tidak wajar.

Sumpah serapah terhadap wasit yang pimpin pertandingan disampaikan manajer, para atlet dan pengurus yang hadir.

"Wasit harus menjelaskan, kenapa atlet kita (Papua) dihukum dan dinyatakan kalah. Padahal nilai kita jauh dari lawan," kata ketua kontingen Popnas Papua, Idris Salama dengan kesal dan nada tinggi.

Di hadapan ketua dewan wasit pengurus pusat Taekwondo Indonesia, pengurus KONI Papua, Carol Renwarin dan Beni Maniani turut mempertanyakan keputusan wasit, yang tidak rasional.

"Banyak keputusan wasit yang tidak sesuai fakta. Atlet Papua banyak dirugikan. Inilah resiko cabang tidak terukur," sambung Carol Renwarin.

Kontingen Papua minta dewan wasit bisa mengevaluasi kinerja anak buahnya dalam bertugas.

“Ini pertandingan untuk tingkat pelajar, jangan dikotori dengan sikap-sikap yang tidak fair dan rasional,” kata Idris sambil membanting kursi. (*)

loading...

Sebelumnya

Kejar perunggu lawan Jatim

Selanjutnya

Papua terjun bebas di Popnas Semarang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe