Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. Papua terjun bebas di Popnas Semarang
  • Rabu, 20 September 2017 — 07:04
  • 819x views

Papua terjun bebas di Popnas Semarang

Papua menduduki peringkat 29 dari 33 provinsi. Adik kandungnya, Papua Barat juru kunci tanpa medali satu pun.
Petinju Papua, Agustinus Logo saat bertanding lawan petinju Sumatera Utara – Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
jean@tabloidjubi.com
Editor :

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Semarang, Jubi - Sedih dan galau. Itulah suasana yang tergambar serta terpancar dari kontingen Papua di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV/2017, di Semarang, Jawa Tengah.

Sejak dibuka Menpora, Imam Nahrawi pada, Selasa 12 September dan berakhir, Rabu (20/9/2017), juga ditutup Menpora. Papua sama sekali tidak bisa rebut medali emas.

Dari 18 cabang olahraga yang diikuti kontingen Yosim Pancar, hanya bisa bawa pulang 1 medali perak dan 5 medali perunggu.

Papua menduduki peringkat 29 dari 33 provinsi. Adik kandungnya, Papua Barat juru kunci tanpa medali satu pun.

Satu medali perak dari cabor judo, sementara 5 perunggu dari atletik 1, pencak silat 1, taekwondo 1 dan tinju 2.

Harapan Papua untuk rebut emas dari cabor tinju hilang menyusul kekalahan menyakitkan yang diderita petinju Papua, Yahya Doom.

Tampil di partai semifinal, Selasa (19/9/2017) sore, di GOR Universitas Semarang (UNMUS), menantang petinju Kalimantan Tengah. Yahya harus lempar handuk setelah di ronde kedua mendapat pukulan bertubi-tubi dari lawannya.

Wasit harus menghentikan pertandingan dan memberikan kemenangan TKO kepada petinju Kalteng.

Nasib serupa menimpa tim basket putra. Menghadapi tuan rumah Jawa Tengah di semifinal,  anak asuh Lucky Liptiay harus angkat jempol buat lawan. Papua kalah dengan skor (76-92)

Anggota Bidang Pembinaan Prestasi KONI Papua, Nico Dimo menegaskan, hasil di Popnas Semarang harus dijadikan contoh sekaligus pembelajaran buat semua pemangku kepentingan olahraga di Papua.

"Ini menjadi pembelajaran dan evaluasi total," katanya.

Dominggus Lutrun, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Papua, menyampaikan, Popnas XIV/2017, sebuah kemunduran prestasi Papua.

Lutrun akui Papua selalu dapat emas sejak pertama kali Popnas digelar tahun 1988. Papua paling banyak raih emas di Popnas Yogyakarta 2009.

"Kita selalu masuk peringkat 10 besar nasional, tapi mulai Popnas 2013 dan 2015 turun ke peringkat lima belas. Tahun ini lebih hancur, Papua tidak dapat satu medali emas," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Papua mengamuk di taekwondo

Selanjutnya

Turnamen sepak bola pelajar Jayapura mencari bibit profesional

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe