close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Rakor dewan ketahanan pangan diakui sempat vakum
  • Rabu, 20 September 2017 — 14:40
  • 934x views

Rakor dewan ketahanan pangan diakui sempat vakum

Saat ini kami sudah mulai lagi karena ada tujuan yang akan dicapai, antara lain untuk PON XX dengan membangun kembali koordinasi.
Suasana Rapat Dewan Ketahanan Pangan tingkat Provinsi Papua - Jubi/Alexander Loen
Alexander Loen
Editor : Edi Faisol

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Roberth Edy Purwoko mengakui rapat dewan ketahanan pangan tingkat provinsi sempat vakum kurang lebih dua tahun.

“Saat ini kami sudah mulai lagi karena ada tujuan yang akan dicapai, antara lain untuk PON XX dengan membangun kembali koordinasi,”  kata Roberth, di Jayapura, Rabu (20/9/2017).

Menurut Roberth, seharunya rapat dewan ketahanan pangan dilakukan setiap tahun untuk membahas dan mengkaji agar mengetahui perkembangan maupun kendala masing-masing kabupaten dan kota dalam memenuhi ketahanan pangan.

“Kami berharap dengan dimulainya ini kembali, kendala yang selama ini dihadapi kabupaten kota bisa terjawab,” kata Roberth menjelaskan.

Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Hery Dosinaen minta Dewan ketahanan pangan tingkat Provinsi Papua solid agar bisa menangani persoalan pangan. “Termasuk bagaimana menyiapkan bahan makanan bagi masyarakat Papua,” kata Hery.

Ia menilai sangat ironis ketika ada masyarakat Papua kelaparan karena tidak ada perhatian dari pemerintah. Termasuk di Merauke yang ditekankan menjadi sentral pertanian padi di Papua, meski masih bagian kecil.

 "Yang lebih utama adalah, kalian yang bertugas pada bidang ketahanan pangan harus bisa melihat situasi di masyarakat," kata Hery di hadapan rapat dewan ketahanan pangan.

Menurut dia, Papua punya dua wilayah gunung dan pantai, kondisi itu menjadikan alam dan makanan pokok juga berbeda. Perbedaan itu juga pada jenis konsumsi masyarakat baik di wilayah pesisir yang mengandalkan sagu, sedangkan masyarakat gunung mengkonsumsi umbi-umbian sebagai makanan pokok.

"Saya harap jangan membuat suatu program yang terlalu tinggi tetapi hal mendasar tidak diperhatikan. Buatlah sesuatu yang benar-benar bisa menyiapkan bahan makanan untuk masyarakat Papua," katanya. (*)   

 

loading...

Sebelumnya

Pemprov Papua minta anggota dewan jalur Otsus sabar

Selanjutnya

Pengembangan buah Merah terus meluas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4912x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4245x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2466x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2427x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe