Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. PON
  3. Persiapan PON XX, Wanita tani akan dibina kelola pangan
  • Rabu, 20 September 2017 — 14:51
  • 368x views

Persiapan PON XX, Wanita tani akan dibina kelola pangan

Aneka olahan pangan untuk keperluan atlet dalam perhelatan kompetisi olah raga empat tahunan.
Contoh olahan makanan dari bahan lokal - Jubi/Alex
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Edi Faisol

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Kelompok wanita tani di lima kabupaten yang menjadi pelaksana Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020, di Papua, akan dibina mengelola pangan lokal. Pembinaan itu sebagai salah satu kesiapan menyajikan aneka olahan pangan untuk keperluan atlet dalam perhelatan kompetisi olah raga empat tahunan.

“Pembinaan terhadap kelompok tani akan dilakukan selama dua tahun ini, dengan harapan kesejahteraan masyarakat bisa lebih baik,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Roberth Edy Purwoko, di Jayapura, Rabu (20/9/2017).

Roberth menyebutkan banyak pangan lokal yang bisa diolah dan bernilai tinggi, di antaranya tomat bisa dijadikan jus atau saos, serta umbi-umbian, sehingga bisa dikonsumsi para peserta PON. Program pembinaan wanita tani itu juga sebagai upaya menuntaskan kerawanan pangan yang hampir sering terjadi di seluruh wilayah paling timur di Indonesia itu.

“Rawan bukan dalam artian tidak ada pangan, tetapi ada sembilan aspek, salah satu pangan didalamnya. Sedangkan yang lain ada akses terhadap jalan, pasar, kesehatan dan sebagainya,” kata Roberth menjelaskan.

Ia memastikan masyarakat sudah punya ketersediaan pangan. Namun akses penunjang distribusi dan pengolahan kadang menjadi hambatan. Dengan begitu Dewan ketahanan pangan berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Misalnya dengan dinas pekerjaan umum, dan dinas kesehatan untuk bagaimana mengentaskan rawan pangan di Papua,” katanya.

Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen, minta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) agar berkorelasi langsung dengan dewan ketahanan pangan. Langkah itu untuk mengurangi ketergantunga terhadap daerah lain.

“Kita harus berkomitmen dan kerja keras untuk wujudkan itu,” kata Hery.

Hery mengajak seluruh masyarakat Papua mencintai dan mengkomsumsi pangan berbasis kearifan lokal dalam rumah tangga. “Mari kita mencintai pangan lokal kita,” katanya. (*)

Sebelumnya

Bisakah Papua tuan rumah PON 2020?

Selanjutnya

Pemprov Papua bahas kesiapan PON di Jakarta

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe