Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. PM Solomon meninggalkan PIF lebih awal
  • Rabu, 20 September 2017 — 15:44
  • 1635x views

PM Solomon meninggalkan PIF lebih awal

"Di Kepulauan Solomon bila Perdana Menteri pergi untuk waktu yang lama, akan selalu ada upaya untuk menyingkirkannya," kata Tuilaepa Sailele Malielegaoe.
Perdana Menteri Solomon Manasseh Sogavare – Solomon Star
Admin Jubi
Editor : Zely Ariane
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Honiara, Jubi - Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare terpaksa memotong pendek perjalanannya ke ibukota Samoa Apia pekan lalu untuk Forum Kepulauan Pasifik ke-48 minggu lalu "karena situasi politik dalam negeri terkait penyingkirannya dari jabatan".

Hal ini dijealskan oleh Perdana Menteri Samoa, Tuilaepa Sailele Maliegagoe, pada sebuah konferensi pers Kamis lalu ketika ditanya mengapa rekannya dari Kepulauan Solomon, Sogavare, dan Presiden Negara Federasi Mikronesia Peter Christian meninggalkan forum lebih awal.

"Di Kepulauan Solomon bila Perdana Menteri pergi untuk waktu yang lama, akan selalu ada upaya untuk menyingkirkannya," kata Tuilaepa Sailele Malielegaoe dengan nada mengejek. 

Akibat kepulangan PM Sogavare, Menteri Hubungan Luar Negeri dan Perdagangan yang mewakili negara tersebut dalam pertemuan PIF lainnya termasuk Retreat Para Pemimpin.

Solomon Star telah mengirimkan email seperti yang disarankan dan Menteri Akwai membalas dengan mengirimkan kembali sebuah memo yang sudah dia sebarkan bulan Agustus.

Di memo tersebut tertulis: ”OPMC (Kantor Perdana Menteri dan Kabinet) tidak akan menanggapi permintaan yang tidak terverifikasi dan tidak berdasar meskipun ada korespondensi tertulis, khususnya ke media yang menunjukkan standar ganda, memanipulasi informasi secara tidak etis untuk memutarbalikkan fakta, tidak menghadiri konferensi pers saat diundang, dan menolak menerbitkan pernyataan yang dikirim oleh OPMC.”

Sejak menjabat, Akwai telah menunjukkan ketidakprofesionalan melalui caranya berurusan dengan media.

Alih-alih mengirimkan siaran media ke semua media di negara dan organisasi berita Pacific, dia hanya mengirim mereka ke jurnalis tertentu di Kepulauan Solomon.

Pernyataan pers terakhir yang secara resmi diterima oleh Solomon Star dari Akwai terkait kunjungan kenegaraan Perdana Menteri selama ke Australia bulan lalu (Agustus).

Pernyataan media tersebut tidak berisi tanggal serta tidak mengungkapkan semua pertemuan PM dan merangkum pokok pertemuan yang terjadi.

Akwai juga turut menemani PM Sogavare ke PIF namun dia tidak mengeluarkan pengumuman apapun ke media mengenai partisipasi delegasi Pemerintah Kepulauan Solomon.(Solomon Star/Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

PNG rayakan Hari Kemerdekaan ke-42 Tahun

Selanjutnya

Cerita sukses pengadilan khusus narkoba di Mariana Utara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32917x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8964x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6470x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5906x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5624x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe