Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Pemkab dan DPRD Jayawijaya belum cari solusi atasi kenaikan harga BBM
  • Kamis, 21 September 2017 — 11:10
  • 1079x views

Pemkab dan DPRD Jayawijaya belum cari solusi atasi kenaikan harga BBM

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua dan anggota DPRD setempat belum melakukan pertemuan untuk mencari solusi terhadap persoalan kenaikan BBM jenis premium di tingkat pengecer yang sudah mencapai Rp 25 per liter.
Pasar Jibama di Wamena, salah satu pusat perekonomian rakyat di kabupaten Jayawijaya - IST
ANTARA
Editor : Dewi Wulandari
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Wamena, Jubi - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua dan anggota DPRD setempat belum melakukan pertemuan untuk mencari solusi terhadap persoalan kenaikan BBM jenis premium di tingkat pengecer yang sudah mencapai Rp 25 per liter.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jayawijaya, Yohanis Walilo, di Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Rabu (20/9/2017), mengatakan persoalan kelangkaan BBM, semen, dan beberapa kebutuhan pokok yang mulai terasa di sana, tidak bisa dibicarakan sendiri oleh pemerintah.

"Kita sudah terapkan BBM satu harga, hanya karena stok terbatas sehingga orang (pengecer) kembali jual ke harga yang lalu Rp 25 ribu per liter. Ini yang perlu kita bersama DPRD bicarakan dan nanti dalam waktu dekat kita lakukan pertemuan," katanya.

Menurut dia, kenaikan harga BBM yang sebelumnya dijual dengan Rp 10 ribu per liter di tingkat pengecer dan naik terus menjadi Rp 15 ribu, Rp 20 ribu, dan Rp 25 ribu karena keterbatasan stok.

"Terkait kelangkaan BBM, semen, dan beberapa kebutuhan pokok ini kan kita ketergantungan dengan pesawat. Karena itu ketika satu pesawat (TriMG) kecelakaan, itu 'kan untuk sementara TriMG tidak beroperasi dan berpengaruh sehingga sekalipun ada pesawat lain tetapi secara teknis, pesawat lain itu mereka mengangkut barang tertentu," katanya.

Ia mengharapkan, persoalan yang terjadi di Jayawijaya itu mendapat perhatian pihak Kementerian Perhubungan.

"Terkait persoalan ini dari pemerintah kita kembalikan ke aviasi dan juga mungkin dari Kementerian Perhubungan kami mohon ada perhatian bagian ini supaya pesawat yang kemarin mungkin izinnya ditangguhkan, dilihat lagi karena itu berpengaruh," katanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

BEI optimis Papua bisa jadi investor handal

Selanjutnya

Harga pinang buah di pasar Hamadi kembali normal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6235x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5821x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3997x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe