Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Kopi arabika Dogiyai dipasarkan dalam tiga nama produk
  • Senin, 17 Oktober 2016 — 05:49
  • 925x views

Kopi arabika Dogiyai dipasarkan dalam tiga nama produk

“Banyak pengunjung yang kaget mendengar kopi arabika Dogiyai, karena mereka hanya tahu kopi Papua itu adalah kopi Wamena, mungkin cara kita salah selama ini,” ujar Hanoc Herison Pigai kepada Jubi, Minggu (16/10/2016).
Kepala Dinas Perindagkop UKM Dogiyai Andrias Gobay, petani kopi Dogiyai, dan Hanoc Herison Pigai – Jubi/Ist.  
Abeth You
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Kopi Dogiyai yang dulu dikenal dengan nama kopi murni Moanemani dan dikelola Yayasan P5 Moanemani berhasil dipasarkan dengan nama Kopi Arabika Dogiyai pada Coffee Event by SCOPI at Trade Expo Indonesia 2016 di Kemayoran, Jakarta (12-16/10/2016).
 
Acara Trade Expo (TEI) berkelas internasional dihadiri lebih 40 negara.Kopi arabika Dogiyai hadir dalam tiga kemasan produk, yaitu Kopi P5, Mapia Mountain Coffee MAMO.sc, dan Enauto Coffee.
 
Direktur Yayasan Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat (Yapkema) Hanoc Herison Pigai mengatakan, pihaknya berupaya memperkenalkan kopi dari daerah Meeuwodida, Paniai, Papua hingga tingkat nasional dan internasional.
 
Dalam catatan yang dimiliki, katanya, lebih dua ribu orang telah berhasil mengunjungi stand Kopi Dogiyai.
 
“Banyak pengunjung yang kaget mendengar kopi arabika Dogiyai, karena mereka hanya tahu kopi Papua itu adalah kopi Wamena, mungkin cara kita salah selama ini,” ujar Hanoc Herison Pigai kepada Jubi, Minggu (16/10/2016).
 
Ia mengaku mempromosikan dengan nama Dogiyai karena dalam etika pasar kopi harus mengakomodir asal daerah kopi. Karena kopi dari setiap tempat memiliki cita rasa yang berbeda sesuai tempat kopi itu tumbuh.
 
“Mengapa kopi Dogiyai? Karena kopi arabika Dogiyai datang dari beberapa tempat yang secara geografis sedikit berbeda,” kata pelatih Kopi dari Papua dan Papua Barat ini.
 
Ia mencontohkan kopi yang berasal dari pegunungan Mapia yang dikenalkan dengan nama Mapia Mountain. Kopi dari Kamuu yang disebut dengan nama Kamuu Valey (Kopi Moanemani).
 
“Karena itu sangat akomodatif bila kami pakai nama Kopi Arabika Dogiyai,” alasannya.
 
Pemegang sertifikasi kopi ini mengatakan, pedagang kopi dari berbagai negara menawarkan niatnya untuk order kopi arabika Dogiyai dalam jumlah 100 sampai 300 ton per bulannya.
 
Kadin Perindagkop dan UKM Dogiyai Andrias Gobay mengatakan, untuk pengembangan kopi Dogiyai dinasnya bersama Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI) telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Jumat (14/10/2016) di Jakarta. (*)

loading...

Sebelumnya

Masyarakat perlu tahu, BPHTB kini 2,5 persen

Selanjutnya

Jualan aksesoris khas Papua demi mencukupi kebutuhan rumah tangga

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe