Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pelestarian budaya dan tradisi iTaukei
  • Jumat, 22 September 2017 — 09:07
  • 897x views

Pelestarian budaya dan tradisi iTaukei

Direktur Institut Bahasa dan Budaya iTaukei, Emi Bainimarama, mengatakan melalui program pemetaan budaya, mereka memiliki laporan dan catatan terperinci dari tradisi oral, cerita, mitos dan legenda, praktik-praktik sosial, ritual dan acara meriah, ramuan tradisional dan sebagainya.
Kementerian Urusan iTaukei mendesak orang tua, sesepuh dan pemimpin masyarakat agar mengajar anak-anak mereka tentang budaya dan tradisi mereka – Fiji Times/Sikeli Qounadovu
Admin Jubi
Editor : Zely Ariane

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Suva, Jubi – Kementerian Urusan iTaukei (sebutan bagi orang pribumi Fiji) mendorong para kepala suku, tetua desa dan semua orang untuk berbagi pengetahuan tradisional mereka dengan generasi muda.

Sejak kedatangan kolonial Eropa dan agama Kristen Eropa, mulai dari pemerintah kolonial hingga pergantian milenium, satu hal yang pasti - orang-orang telah iTaukei kehilangan sebagian dari identitas tradisional dan budaya mereka.

Kapan kita akan mulai dan siapa yang akan berbagi pengetahuan tradisional ini?

“Kami (masyarakat asli) mengalami salah satu masalah paling sulit di masa kini dan itu adalah perlindungan pengetahuan tradisional,” kata sekretaris tetap Kementerian iTaukei, Naipote Katonitabua.

“Di beberapa desa yang telah kita kunjungi, kita telah diberitahu bahwa banyak orang yang melarikan diri dari peran dan tanggung jawab tradisional mereka. 

Sebagian dari mereka tidak tahu bagaimana cara berbicara dialek mereka sendiri dan mempraktikkan praktik sosial yang adalah budaya mereka. Pesan dari Kementerian Urusan iTaukei adalah sederhana - dimulai dari rumah. Mungkinkah orang tua, tetua desa dan pemimpin suku dapat mengambil tanggung jawan dan megajari anak-anak mereka mengenai peran dan tanggung jawab tradisional mereka?

“Berbicaralah kepada mereka dalam dialek mereka sendiri, karena inilah satu-satunya cara untuk melestarikan identitas kita.”

Sejak tahun 2004, pejabat Kementerian Urusan iTaukei telah mengunjungi 13 provinsi di Fiji melalui program pemetaan kulturalnya.

Direktur Institut Bahasa dan Budaya iTaukei, Emi Bainimarama, mengatakan melalui program pemetaan budaya, mereka memiliki laporan dan catatan terperinci dari tradisi oral, cerita, mitos dan legenda, praktik-praktik sosial, ritual dan acara meriah, ramuan tradisional dan sebagainya.

Dia menambahkan mereka juga memiliki unit revitalisasi khusus untuk membantu mengajari mereka yang kehilangan pengetahuan tradisional mereka.

Bainimarama mengatakan mereka bekerja sama dengan penasihat kurikulum di bawah Kementerian Pendidikan untuk program revitalisasi berbasis siswa.(Fiji Times/Elisabeth C. Giay)

loading...

Sebelumnya

Kemitraan pemerintah-OMS untuk pengembangan Pasifik

Selanjutnya

Soal nuklir di Pasifik, ingat Perjanjian Funafuti dan Rarotonga

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 11 Mei 2018 WP | 6394x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2538x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2506x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1430x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1221x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe