Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BEI: Jika ikut divestasi, Pemprov Papua harus siap dana
  • Jumat, 22 September 2017 — 09:50
  • 623x views

BEI: Jika ikut divestasi, Pemprov Papua harus siap dana

Terkait rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua yang minta divestasi saham  PT Freeport 20 persen, Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia, Kresna Aditya Payokwa, menegaskan seharusnya Pemprov segera melakukan persiapan untuk dapat mewujudkannya. 
Areal tambang PT Freeport Indonesia di Papua - IST
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Jayapura, Jubi - Terkait rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua yang minta divestasi saham  PT Freeport 20 persen, Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia, Kresna Aditya Payokwa, menegaskan seharusnya Pemprov segera melakukan persiapan untuk dapat mewujudkannya. 

"Memang sudah diatur di UU Minerba, bahwa yang bisa ikut menyerap saham divestasi adalah BUMN sebagai prioritas pertama, prioritas kedua pemerintah maerah melalui BUMD, dan kalau tidak terserap akan diberikan kepada umum atau bisa listing di bursa efek," ujarnya.

Iapun mengakui adanya rumor divestasi untuk dihibahkan kepada pemerintah daerah akan tetapi secara legal atau hukum, bahwa penghibahan saham tidak akan pernah terjadi. 

Sehingga perlu langkah konkret untuk mempersiapkannya bagi pemerintah daerah melalui BUMD atau upaya menerbitkan surat obligasi daerah untuk bisa membeli saham. 

“Kalau tidak maka akan terlambat jika tak dimulai dari sekarang sebab BUMN sendiri telah berupaya mempersiapkan membentuk konsorsium-konsorsium," ujarnya. 

Ditanya mengenai harga per saham, dirinya mengakui belum mengetahui angka pasti nilai saham PT Freeport  per lembarnya. Namun dirinya yakin bahwa harga tersebut akan mahal sebab informasinya bahwa dari PT Freeport akan menghitung cadangan emas yang masih ada di areal pertambangan.

"Meski ini yang masih menjadi polemik, dimana pemerintah sendiri minta agar cadangan emas tak dihitung sebab itu milik Indonesia. Kita akan tunggu keputusannya," paparannya. 

Hamdi Hassyabaini, Direktur Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia, mengaku optimis pemerintah mampu menyerap divestasi saham 51 persen tersebut sebab banyak yang belum mengetahui pasar modal dan dana masih tersimpan di perbankan yang ada.

"Saya optimis sebab market capitalism sekarang tercatat kita sudah mencapai 6.500 juta dolar, " ujarnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Lima bulan, kerugian daya listrik di Jayapura Rp 1,9 Miliar

Selanjutnya

Program sapi wajib bunting di Papua Barat gagal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe