Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Ekonomi
  3. Program sapi wajib bunting di Papua Barat gagal
  • Jumat, 22 September 2017 — 10:16
  • 848x views

Program sapi wajib bunting di Papua Barat gagal

Upaya Khusus Sapi Wajib Bunting (Upsus Siwab) di wilayah Provinsi Papua Barat gagal karena angka capaian sangat jauh dari target awal. Kegagalan ini karena terkendala pemeliharaan sapi yang sebagian besar masih menerapkan cara ekstensif atau pola liar.
Ilustrasi, pola pemeliharaan sapi yang masih menerapkan cara ekstensif atau pola liar menjadi salah satu kendala kegagalan program sapi wajib bunting di Papua Barat – Jubi/IST
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Dewi Wulandari

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Manokwari, Jubi - Upaya Khusus Sapi Wajib Bunting (Upsus Siwab) di wilayah Provinsi Papua Barat gagal karena angka capaian sangat jauh dari target awal. Kegagalan ini karena terkendala pemeliharaan sapi yang sebagian besar masih menerapkan cara ekstensif atau pola liar.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua Barat, Hendrikus Fatem, di Manokwari, Kamis (21/9/2017), mengatakan Upsus Siwab tahun 2017 di wilayahnya yang dilaksanakan di Kabupaten Fakfak, Manokwari, dan Sorong belum bisa memenuhi target.

"Per 17 September 2017 di Fakfak baru 12 sapi bunting dan melahirkan dari target awal 343 ekor. Manokwari dari 2.019 yang ditargetkan baru 160 ekor melahirkan. Kabupaten Sorong dari target 1.813 baru enam ekor yang melahirkan, " kata Hendrikus.

Menurut dia, hasil yang dicapai pada program masih jauh dari harapan. Beberapa waktu lalu pihaknya telah menggelar rapat evaluasi bersama beberapa pihak terkait.

Selain pola pemeliharaan liar, program ini juga terganjal masalah ketersediaan jumlah petugas.

"Petugas kita kurang dan belum sebanding dengan target yang harus dicapai serta kendala yang dihadapi. Sapi liar sulit dikendalikan dan dipantau," katanya.

Kendala lain yang juga memberi dampak besar pada program ini, ujarnya, kurangnya ketersediaan hormon dan obat-obatan untuk melakukan sinkronisasi dan pengobatan.

Dari berbagai kendala pada tahun 2018 pihaknya akan menentukan titik populasi sapi terbanyak di Papua Barat. Selanjutnya akan dibangun kral kandang jepit.

Dinas pun akan memperbanyak tenaga pengumpul ternak dan menyiapkan insentif bagi mereka. Pihaknya berharap pusat memberi kuota cukup atas hormon dan obat yang dibutuhkan untuk mendukung program tersebut. (*)

loading...

Sebelumnya

BEI: Jika ikut divestasi, Pemprov Papua harus siap dana

Selanjutnya

Pakaian bekas diminati di Sentani

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe