Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Kasus penyalahgunaan narkoba, sembilan prajurit TNI dipecat
  • Jumat, 22 September 2017 — 16:46
  • 1126x views

Kasus penyalahgunaan narkoba, sembilan prajurit TNI dipecat

Sembilan prajurit TNI dipecat setelah terbukti melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Selain dipecat, sembilan mantan prajurit tersebut juga harus menjalani proses persidangan.
Danpomdam XVII/Cenderawasih, Kolonel CPM Rory Ahmad Sembiring, sedang memberikan keterangan pers kepada sejumlah wartawan – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Dewi Wulandari

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Papua No. 1 News Portal I Jubi,

Merauke, Jubi - Sembilan prajurit TNI dipecat setelah terbukti melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba). Selain dipecat, sembilan mantan prajurit tersebut juga harus menjalani proses persidangan.

“Jumlah prajurit yang terlibat narkoba itu, terjadi tahun 2016 silam. Tahun 2017, baru satu prajurit yang sedang menjalani hukuman dan dipastikan dipecat dari TNI,” kata Komandan POM Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel CPM Rory Ahmad Sembiring, kepada sejumlah wartawan di Swiss-Belthotel, Jumat (22/9/2017).

“Selain hukuman pokok yang harus dijalani, juga pemecatan sebagai prajurit TNI. Itu sudah pasti dilakukan karena secara tidak langsung telah mencoreng kehormatan institusi,” tegasnya.

Untuk memberikan pemahaman secara mendalam kepada prajurit TNI, katanya, hari ini dilangsungkan sosialisasi tentang bahaya narkoba serta keselamatan berlalulintas. Program dimaksud rutin dijalankan, sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun (HUT)  ke-72 TNI yang akan diperingati pada 5 Oktober mendatang.

Selain memberikan sosialisasi bahaya narkoba, jelas Danpomdam, juga pengambilan urine secara acak kepada beberapa prajurit TNI. Hasilnya semua negatif.

“Harusnya semua prajurit diambil urinenya, namun keterbatasan alat sehingga hanya beberapa orang,” tuturnya.

Ditambahkan, jika orang sudah kecanduan narkoba, kalau tidak mati, akan gila dan menjadi bodoh. Tentunya ini tidak boleh terjadi kepada prajurit TNI.

Danrem 174/ATW, Brigjen TNI Asep S Gunawan, beberapa waktu lalu menegaskan, tak ada toleransi bagi prajurit TNI yang terlibat narkoba. Jika ketahuan, dipastikan diproses hukum dan otomatis dipecat.

“Itu aturan tegas. Karenanya, setiap prajurit agar membentengi diri dengan baik dan tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun kegiatan negatif lain,” pintanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Kapolres Merauke: Belum ditemukan penjual dan konsumen obat PCC

Selanjutnya

SMPN I Merauke dipalang lagi, pemilik ulayat bangun tenda di halaman sekolah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2884x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2603x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1511x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1306x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe